Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Pasca ditangkap dan ditetapkannya sebagai tersangka Patrialis Abar dalam kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie pun angkat bicara.

Melalui kicauannya di sosial media, Jimly sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi itu. Bahkan ia juga memandang jika MK perlu melakukan restrukturisasi dan perombakan kultur di institusi hukum tertinggi di Indonesia itu.

“Sngat sedih, ada lagi hakim MK yg trtngkap tngan KPK. Kt hormati proses hkm smbil merenungkn pntingnya perombakan strktural & kultural di MK,” kicau Jimly di akun Twitternya, @JimlyAs, Kamis (26/1/2017).

Selain Jimly, mantan Ketua MK Mahfud MD juga berkomentar. Dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, ia menilai jika dirinya merupakan salah satu orang yang sangat serius mendukung adanya hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

“Sejak dulu sy setuju hkmn mati dan pmbuktian terbalik utk tindak pidana korupsi. Tp kan DPR & Presiden yg bisa memberkakukan itu dgn UU,” kicau Mahfud MD.

Walaupun demikian, Mahfud MD masih memilih menunggu proses hukum lebih lanjut terkait dengan OTT terhadap Patrialis Akbar. Karena sejatinya bersalah atau tidaknya seseorang harus menunggu vonis hakim. Pun demikian, ia menilai jika sudah masuk gerebekan OTT KPK, jarang yang bisa lolos dari jeratan hukumnya.

“Scr teoretis yg di-OTT oleh KPK blm tentu bersalah krn hrs menunggu vonis pengadilan. Tp scr praktis jika sdh di-OTT KPK tak ada yg lolos,” lanjut kicaunya.