Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menggelar konferensi pers terkait dengan hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar.

Dalam konferensi pers tersebut, Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan selama 1×24 jam di kantornya, kini eks Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi.

“Disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Basaria saat jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

Diketahui, Patrialis Akbar ditangkap KPK saat berada di Mal Grand Indonesia, Jakarta. Bukan hanya Patrialis saja yang diamankan, beberapa orang termasuk salah satunya adalah seorang wanita juga ikut diamankan oleh KPK pada hari Rabu (25/1/2017) sekira pukul 21.30 WIB tersebut.

“Lalu sekitar pukul 21.30 WIB, tim bergerak mengamankan PAK (Patrialis Akbar -red) pada saat jam tersebut di sebuah pusat perbelanjaan di Grand Indonesia bersama ada beberapa, ada seorang wanita,” terang Basaria.

Dalam penangkapan tersebut, Basaria mengatakan jika Patrialis disebut berperan sebagai penerima uang suap sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu dari seorang pengusaha berinisial BHR. Namun uang tersebut diberikan oleh BHR melalui perantara yang bernama KM, yang juga merupakan seorang pengusaha.

Uang suap tersebut dikatakan Basaria pula, merupakan uang pelicin bagi permohonan uji materi terhadap Undang-undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.