Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengisyaratkan tak akan melarang kegiatan pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam (Diksar Mapala) di semua kampus.

Nasir meminta pihak kampus melakukan pengawasan lebih ketat, terutama dalam hal prosedurnya, walaupun Mapala tersebut sudah lama dan berpengalaman menggekar kegiatannya.

“Bagi saya, kegiatan Mapala itu adalah satu kegiatan peminatan, kan Mapala ada sudah 38 tahun lalu. Kalau orang punya minat, apakah harus dilarang? Boleh gak (dilarang)? Misal, saya orang teknik, tapi minat di media apa mau dilarang? Pengawasannya yang harus kita jaga, itu yang penting,” ujar Nasir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, (25/1/2017)

Nasir menyatakan, keberadaan unit kegiatan mahasiswa di kampus cukup penting, termasuk kegiatan Mapala. Pun demikian telah ada insiden tewasnya peserta Mapala karena kelalaian seniornya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta beberapa hari yang lalu, Menteri Nasir ini menilai seharusnya bukan kegiatannya yang dilarang, melainkan pengawasan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanannya untuk meminimalisir kecelakaan dan insiden-insiden yang tidak diinginkan terjadi.

“Kalau tidak terjadi kekerasan apa seperti ini? SOP mereka berarti harus diawasi. Anak saya juga Mapala karena hobi. Dia ikut pendidikan pelatihan dasar kalau naik gunung naik ada badai, apa yang harus dilakukan?” tambah Nasir. [glm]