HM Prasetyo
Jaksa Agung, HM Prasetyo. [foto : twitter/DPR_RI]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Jaksa Agung, HM Prasetyo membenarkan jika Ketua DPR RI Setya Novanto menulis surat kepada dirinya untuk memberikan perlindungan hukum terkait dengan jeratan kasus korupsi e-KTP.

Namun Prasetyo menegaskan jika pihaknya tidak memiliki kapasitas apapun untuk memberikan perlindungan hukum terhadap tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut. Bahkan ia menegaskan pula jika dirinya tak akan mencampuri proses hukum yang kini dijalani oleh Ketua umum Partai Golkar tersebut.

“Memang Setya Novanto membuat surat kepada Kejaksaan Agung, tapi saya ingin sampaikan Jaksa Agung dan Kejaksaan tidak punya kapasitas memberikan perlindungan,” kata HM Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Sementara terkait dengan pengajuan pra-peradilan yang dilayangkan pihak Setya Novanto untuk mencoba menganulir kembali status tersangkanya, Prasetyo menegaskan itu bukan domain Kejaksaan, melainkan domain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus tersebut.

Perlu diketahui, usai digelandang ke kantor KPK usai dirinya menjalani perawatan medis di RSCM Kencana akibat insiden kecelakaan mobil itu, Setya Novanto mengaku sudah mencoba upaya-upaya persuasif untuk meminta perlindungan hukum kepada petinggi institusi negara. Mulai dari Presiden, Kapolri hingga Jaksa Agung.

Statemen Novanto tersebut disampaikan di hadapan awak media sembari mengenakan rompi tahanan KPK.

“Saya sudah melakukan langkah-langkah, dari melakukan SPDP di kepolisian dan mengajukan surat perlindungan hukum, baik kepada Presiden, Kapolri, maupun Kejaksaan Agung. Saya juga sudah pernah praperadilan,” kata Novanto, Senin (20/11/2017) malam.