May Day
*istimewa
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Koordinator Forum Buruh Kawasan (FBK) Pulogadung, Hilman Firmansyah mengatakan bahwa May Day merupakan momentum besar bagi kaum buruh bukan hanya di Indonesia saja melainkan di seluruh Indonesia. Bahkan ia menolak keras adanya upaya penggiringan isu bahwa May Day adalah Funday yang diisi dengan kegiatan perlombaan dan pesta rakyat.

“Menjelang Mayday 2018 beredar opini dan pembelokan isu bahwa Mayday adalah hari perlombaan, dangdutan, door prize. Ini adalah suap dan bentuk kepanikan pemerintah untuk memecah belah gerakan buruh,” kata Hilman dalam keterangannya yang diterima Redaksikota, Rabu (25/4/2018).

Sementara ada sebagian kecil pimpinan buruh lain yang justru seirama dengan pemerintah tersebut, Hilman mengaku sangat kecewa dan merupakan ungkapan yang ahistori.

“Apalagi jika ada pernyataan bahwa Mayday adalah hari perlombaan dan hiburan keluar dari pemimpin kaum buruh, itu adalah bentuk pengkhianatan paling keji, dungu dan buta sejarah atas perjuangan kaum buruh seluruh dunia,” tegasnya.

Baginya, May Day atau Hari Buruh Internasional merupakan hari peringatan perlawanan kaum buruh dari berbagai pelanggaran hak yang mereka terima baik dari pihak perusahaan maupun otoritas pemerintah.

Bahkan ia sekilas menceritakan bahwa pelawanan kaum buruh terjadi saat tahun 1886 dimana kaum buruh Amerika Serikat ditembaki pasukan kapitalis yang tak ingin ada gerakan dan perlawanan kaum buruh saat itu.

“Puluhan ribu kaum buruh perjuangan dipelopori kaum buruh Amerika tanggal 1 Mei tahun 1886 namun justru dibalas oleh kaum kapitalis atas nama negara. para aparat menghalangi bahkan menembaki kaum buruh yang sedang melakukan aksi unjuk rasa secara damai. Kondisi ini menyebabkan terbunuhnya ratusan buruh dan ribuan lainnya luka-luka,” kata Hilman mengisahkan.

“Sejak saat itu setiap tanggal 1 Mei diperingati oleh kaum buruh sedunia sebagai Hari Perjuangan Buruh. Sekali lagi 1 Mei hari perjuangan. May day is not holiday,” imbuhnya.

Tuntutan buruh

Dalam peringatan Hari Buruh Internasional nanti, Hilman mengatakan bahwa seluruh elemen buruh yang teregabung dalam Forum Buruh Kawasan Pulgadung sudah menyepakati akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

“Pada momentum MayDay Not Holiday 2018, Forum Buruh Kawasan (FBK) Pulogadung sudah mengadakan rapat dan konsolidasi akan melakukan geruduk dan kuras pabrik di kawasan industri Pulogadung Jakarta Timur pada tanggal 1 Mei 2018. Dan selanjutnya akan Long march mengepung Istana Negara,” terangnya.

Saat menggelar aksinya itu, Hilman mengatakan bahwa kaum buruh ingin beberapa tuntutan mereka dapat dipenuhi oleh pemerintah. Beberapa isu yang dibawa Forum Buruh Kawasan (FBK) nanti adalah;

– Turunkan harga sembako, BBM, Tarif Dasar Listrik (TDL)
– Tolak upah Murah dan hapus outsourcing
– Tolak TKA Unskill Workers
– #2019GantiPresiden dan pilih presiden pro Buruh
– Usir pengusaha asing pelanggar hukum

(ray/ibn)