Yusuf Muhammad Martak
Anggota Tim 11 Alumni 212, Yusuf Muhammad Martak berikan penjelasan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Bogor. [foto : Redaksikota]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa pertemuan antara Tim 11 Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor sudah mendapatkan izin dari Habib Muhammad Rizieq bin Shihab.

Bahkan ia mengatakan dalam komunikasi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu bahwa bagaimanapun komunikasi dengan Joko Widodo tetap harus terjadi lantaran sosok Presiden harus tetap dihormati.

“Justru saya diizinkan oleh beliau (Habib Rizieq), karena bagi beliau bagaimana pun Jokowi adalah Presiden RI, yang patut kita hormati dan patut kita melakukan komunikasi dan diskusi, agar beliau juga mendapat masukan yang akurat dari semua pihak,” kata Yusuf Martak kepada wartawan di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Dalam pertemuan yang disepakati antar pihak Istana dan Tim 11 Alumni 212 melalui perantara Usamah Hisyam tersebut, Yusuf mengatakan bahwa pembahasan yang dibicarakan kedua belah pihak adalah persoalan kriminalisasi ulama dan aktivis 212.

“Pertemuan kami hanya khusus membicarakan masalah ketidakadilan, kriminalisasi yang dialami para ulama, habaib, dan tokoh-tokoh umat Islam,” tuturnya.

Sekali lagi, ia menegaskan bahwa pertemuan antara Tim 11 Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo sudah mendapatkan restu dari Habib Rizieq. Bahkan usai pertemuan tersebut, respon Habib Rizieq sangat positif dan mengaku gembira.

“Beliau sangat senang sekali karena kita bisa ketemu dan pertemuan tidak sesingkat yang seperti biasanya dari jam 12.10 WIB hingga jam 14.30 WIB. Dari mulai salat zuhur bersama kita mulai diskusi, kita makan siang bersama, dan akhirnya kita berpisah,” tegas Yusuf.

Namun ia juga membantah dalam pertemuan yang sebetulnya digelar tertutup tersebut ada pembahasan dukung mendukung antara pihak Persaudaraan Alumni 212 maupun Tim 11 Alumni 212 terhadap Joko Widodo yang berencana maju dalam bursa Pilpres 2019 mendatang.

“Pertemuan kami tidak ada pembicaraan dukung-mendukung,” jawab Yusuf dengan lugas. (red)