Sobri Lubis
Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), KH. Ahmad Sobri Lubis.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Sobri Lubis kecewa besar dengan Ketua Koordinator Pelapor Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis jika sampai kedapatan melaporkan Muhammad Guntur Romli ke Bareskrim Mabes Polri menggunakan barang bukti hoax.

“Buktinya enggak boleh hoax dong, masak hoax dijadikan dalil untuk menuduh orang. Kalau bukti enggak kuat jangan ada pelaporan, itu fitnah namanya,” kata Sobri Lubis di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Namun jika memang buktinya kuat, maka ia sangat mendukung pelaporan yang dilakukan oleh Korlabi terhadap kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

“Tapi selama bukti itu kuat ya segera proses penistaan agama,” terangnya.

Lebih lanjut, Sobri Lubis menekankan kepada setiap masyarakat agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa memancing konflik apalagi sampai menistakan agama. Baginya, siapapun yang berani menistakan agama maka dia wajib mempertanggungjawabkannya di mata hukum.

“Di Indonesia ini tidak ada tempat bagi penista agama, baik orang komunis maupun orang liberal. Selama dia menyampaikannya itu di dalam diri dia saja itu enggak masalah, tapi ketika sudah diumumkan permusuhannya dan penyelewengannya terhadap agama itu harus diproses hukum,” tegas Sobri.

Perlu diketahui, bahwa Ketua Korlabi Damai Hari Lubis telah melaporkan Muhammad Guntur Romli ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan penistaan agama melalui kicauan twitternya.

“Guntur Romli mengatakan ‘Alquran itu bukan kitab suci, Muhammad bukan orang suci dan bisa digauli’. Itu kami laporkan ke Bareskrim,” ujar Damai Hari Lubis di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Kendati cuitan Romli itu sudah lama yakni delapan tahun lalu, namun menurut Hari cuitan itu kembali menjadi viral di media sosial. Kicauan tersebut dinilai meresahkan umat Islam.

“Begini sekarang jadi publik lagi. Kasus nggak ada matinya. Cuitan Romli itu kan sudah lama tahun 2010 tapi hari ini naik lagi ke publik dan buat keresahan,” tandasnya.

Laporan Damai Hari Lubis diterima Bareskrim dengan nomor: LP/543/IV/2018/Bareskrim ter tanggal 23 April 2018. Guntur dilaporkan dengan pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Guntur Romli sebut bukti Damai Hari Lubis Hoax

Sementara itu di hari yang sama, Guntur Rombli didampingi Pengacaranya Muannas Alaidid melaporkan balik Damai Hari Lubis karena dianggap melakukan pencemaran nama baik. Ia mengatakan barang bukti yang dilaporkan Ketua Korlabi tersebut adalah hasil editan dan bukan hasil kicauan dirinya di Twitter pada tahun 2010 lalu.

“Saya tidak pernah menulis hal itu, itu terlihat dari foto yang ada dalam tweet tersebut. Itu foto saya tahun 2017 lalu, tapi tweetnya dibuat tahun 2010 lalu, jelas ini editan dan tempelan,” tegas Guntur yang didampingi kuasa hukumnya, Muannas Alaidid di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Sementara terkait dengan barang bukti yang dikatakan Guntur Romli sebagai konten hoax namun tetap diperkarakan tim Damai Hari Lubis melalui lembaganya yakni Koordinator Pelapor Bela Islam (Korlabi) tersebut, ia mengaku sangat merasa heran.

“Laporan yang dibuat di Bareskrim itu berdasarkan hoax. Saya adalah korban hoax saya heran kenapa ada yang ngelaporin saya. Sudah dari Minggu lalu saya tegaskan bahwa itu tweet palsu tapi mereka (pelapor) tidak percaya,” kata dia.