Beranda News Nasional Khawatir Elektabilitas Prabowo-Sandi Turun, BPN Laporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers

Khawatir Elektabilitas Prabowo-Sandi Turun, BPN Laporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers

115 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Anggota Direktorat Advokasi & Hukum Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Nurhayati hari ini melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers.

Menurutnya, konten Tabloid Indonesia Barokah tersebut banyak mengandung fitnah dan ujaran kebencian yang dinilai bakal mengganggu pemenangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

“Tabloid Indonesia barokah edisi pertama baik judul isi konten mengandung fitnah terhadap Prabowo Sandi sebagai peserta pemilu dan umat Islam yang terhimpun dalam kegiatan acar 212,” kata Nurhayati di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2019).

Ia menilai bahwa konten yang paling menonjol sebagai fitnah, hoax dan ujaran kebencian adalah di halaman 5 dan 6 pada tabloid tersebut.

Dimana dalam halaman ke 5, tampak gambar ilustrasi Prabowo dengan judul “Prabowo Marah Media Dibelah”. Sementara di halaman 6 terdapat judul “Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?. Membongkar Strategi Semprotan Kebohongan” dengan menampilkan ilustrasi wajah Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

“Konten hoaks dan fitnah ada di halaman 5 dan 6. Secara umum ini ujaran kebencian,” terangnya.

Ia juga menilai bahwa tabloid tersebut sangat tidak memenuhi kaedah jurnalistik yakni menyampaikan pemberitaan yang berdasarkan fakta.

“Dalam menyampaikan pemberitaan, wartawan harus sesuai dengan fakta. Apalagi masa kampanye pemilu 2019 agar tidak terjadi permusuhan antara Prabowo, Sandi, pendukung dan umat Islam,” tegasnya.

Selain itu, Nurhayati juga mengatakan pihaknya berencana juga akan mendatangi Bareskrim Mabes Polri jika terbukti didapati unsur pelanggaran pidana dalam kasus Tabloid Indonesia Barokah itu.

“Insya Allah kami berencana akan laporkan ke polisi. Tapi kami mengadu dulu ke Dewan Pers dan kalau ada potensi pelanggaran pidana akan kita limpahkan ke Bareskrim. Kalau ke Bawaslu kita akan ke sana juga,” ujarnya.

Terakhir, Nurhayati juga mengatakan bahwa sejauh ini Tabloid Indonesia Barokah sudah beredar banyak di Masjid-masjid di Jawa Barat. Bahkan ia menyampaikan jika Tabloid yang dipegangnya hari ini didapatinya di kawasan Jawa Tengah.

“Tabloid ini beredar di Masjid-masjid di Jawa Barat. Tapi majalah ini kami temukan di Jawa Tengah,” pungkasnya.

(**)