Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Tokoh nasional yang juga eks Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif akhirnya ikut mengomentari pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika sampai membebaskan anggota organisasi kemasyarakatan Islam menentukan dukungan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Buya Syafii, warga Muhammadiyah tak perlu menggubris pernyataan Amien, termasuk juga Haedar Nashir. Bahkan statemen Amien semacam itu menurut Buya Syafii tidak perlu diperhitungkan dampaknya.

“Halah, jewer-jewer, enggak usah diperhitungkan itu,” ujar Buya Syafii itu saat ditemui di Gedung Pusat Dakwah Muhamamdiyah, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

“Muhammadiyah harus memberikan kebebasan kepada warganya,” imbuhnya.

Pendiri Ma’arif Institute itu mengatakan, warga Muhammadiyah tetap bebas menentukan pilihan masing-masing di Pilpres 2019, baik memilih Jokowi-Maruf maupun Prabowo-Sandi.

“Jadi bebas menentukan pilihan, tidak digiring, tidak diarahkan kepada salah satu calon atau satu partai. Saya kira itu bagus ini kan ormas sipil, tertua, yang lahirnya mendahului bangsa dan negara. Jadi kita enggak perlulah ada jewer-jewer, itu enggak usah didengar itu,” tegas Buya Syafii.

Tokoh kelahiran 31 Mei 1935 itu menegaskan, Amien kini bukan lagi tokoh sentral di Muhammadiyah. Sedangkan Haedar kini adalah ketua umum di organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu, artinya yang menjadi pertimbangan Haedar justru strukturalnya sesuai dengan hasil Muktamar Muhammadiyah.

“Sekarang Haedar tokoh sentralnya, bukan Amien Rais, bukan saya. Tahu struktur dong yang dipilih muktamar, sehingga dia (Haedar, red) pegang kendali fungsi itu kan yang sekarang ini,” tegasnya.

(rel)