Nur alam, Gubernur, Sulawesi Tenggara
*istimewa
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menggeledah kantor biro hukum Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng). Penggeledahan tersebut penyusul terkait penetapan Gubernur Sulteng, Nur Alam sebagai tersangka dalam kasus korupsi Penerbitan Usaha Pertambangan nikel oleh lembaga antirasuah.

Menurut informasi, sekitar 20 menit tim penyidik yang dikawal oleh pasukan Shabara dari Polda Sulteng melakukan penggeledahan. Berbagai dokumen diperiksa termasuk surat izin penerbitan usaha pertambangan.

Usai menggeledah kantor Biro Hukum Provinsi Sulteng sambil membawa beberapa berkas yang ada di map biru, tim penyidik KPK pun langsung menuju ruang kerja Nur Alam. Usai melakukan penggeledahan itu, KPK pun mencari buku tamu, namun berkas itu tidak ditemukan.

Diketahui, KPK telah menetapkan Gubernur Sulteng Nur Alam sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi izin penerbitan usaha pertambangan pada 2012. Penetapan tersebut setelah beberapa tim penyidik mengobok-obok ruang kerja Gubernur Nur Alam.

Selain ruang kerja, penyidik KPK juga menggeledah rumah pribadi Nur Alam di Jalan D.I. Panjaitan, rumah jabatan gubernur di Jalan Abu Nawas dan kantor Dinas Pertambangan di Jalan Malik Raya, Kota Kendari.

Penggeledahan yang dilakukan KPK pun dibenarkan juga oleh Plt Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati.

“Penggeledahan dilakukan di Kendari dan di Jakarta dengan objek rumah dan kantor. Iya dugaan korupsi dalam izin penerbitan usaha pertambangan,” kata Yuyuk saat dikonfirmasi awak media.

mib/rel