Beranda News Nasional Bebas Murni, Karyono Anggap Ahok Ingin Tunjukkan Jiwa Kesatria

Bebas Murni, Karyono Anggap Ahok Ingin Tunjukkan Jiwa Kesatria

136 views
Karyono Wibowo
Karyono Wibowo di Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. [foto : Redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Pemerhati sosial, Karyono Wibowo menilai bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sebagai tahanan terpidana kasus penistaan agama besok, 24 Januari 2019 memiliki catatan tersendiri.

Betapa tidak, masa tahanan pria yang karib disapa Ahok itu dilewati dengan baik, bahkan sekalipun ada remisi yang membuat dirinya bisa mengirup udara bebas dengan status bebas bersyarat bulan Agustus 2018, namun tak diambilnya.

Karena itu, Karyono memandang Ahok seperti ingin menyampaikan pesan tersirat bahwa dirinya ingin menjadi kesatria saat keluar dari penjara esok hari.

“Mungkin ia tidak ingin terbebani oleh persyaratan wajib lapor, dan syarat lainnya. Tapi saya lebih meyakini alasan yakni BTP seolah ingin menyampaikan pesan bahwa ia memilih jalan sebagai ksatria, bukan pengecut,” kata Karyono dalam siaran persnya, Rabu (23/1/2019).

Bahkan Karyono pun menilai sikap Ahok yang tetap bersedia menjalani proses hukum terhadap kasus kepleset lidahnya itu jauh lebih baik dan bisa menjadi contoh, bukan seperti Habib Muhammad Rizieq Shihab, dimana Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu lebih memilih meninggalkan Indonesia saat menghadapi proses hukum.

“Dengan begitu publik dengan sendirinya akan membandingkannya dengan Paduka Yang Mulia Habib Rizieq Shihab, orang yang selama ini getol ingin memenjarakan BTP tapi ketika ditetapkan menjadi tersangka justru pergi ke wilayah timor tengah, dan tinggal di Arab Saudi hingga saat ini belum diketahui kapan akan kembali ke Indonesia,” terangnya.

Kemudian, pengamat politik senior dari Indonesian Public Institute (IPI) tersebut juga menganggap Ahok adalah sosok yang luar biasa. Ia berani menjalani proses hukum dengan berbagai polemiknya, dan sayangnya ini berbanding terbalik dengan orang-orang yang semangat ingin memenjarakan mantan Gubernur DKI Jakarta, yakni lebih memiliki melawan dan menuding aparat penegak hukum melakukan kriminalisasi padahal ada indikasi pelanggaran hukum yang dilakukannya.

“Publik juga akan membandingkan dengan sejumlah nama lain yang dahulu bersemangat agar BTP dipenjara atas tuduhan menista agama, tapi ketika sebagian dari mereka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan ditetapkan sebagai tersangka tapi justru berbalik menuduh aparat penegak hukum dan pemerintah telah melakukan kriminalisasi ulama,” tuturnya.

Maka dari itu, Karyono memandang bebasnya Ahok yang akan jatuh pada hari Kamis besok akan memberikan cacatan yang sangat berharga bagi perspektif bangsa Indonesia dalam menghadapi proses hukum.

“Dengan demikian maka publik akan mendapatkan pemahaman untuk mengetahui dan membandingkan mana jiwa ksatria, mana pengecut dan pecundang,” tegasnya. (ibn)