Beranda News Nasional Tak Persoalkan Bahas Politik di Masjid, GPI Ingatkan Bukan untuk Berpihak

Tak Persoalkan Bahas Politik di Masjid, GPI Ingatkan Bukan untuk Berpihak

“Boleh kita bicarakan persoalan politik, tapi kemudian tidak dalam rangka membangun keberpihakan-keberpihakan,” pungkasnya.

WIB
117 views
| Estimasi Baca: 1 menit
GPI
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) saat foto bersama usai diskusi keummatan. [foto : Redaksikota]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua bidang perkaderan PP GPI, Zulham Arif menegaskan bahwa masjid tidak boleh digunakan untuk mengakomodir kepentingan politik praktis. Bahkan ia pun menyinggung peristiwa di Pilkada DKI Jakarta lalu dimana ada jenazah yang tidak boleh disholatkan karena perbedaan pilihan politik.

“Pada Pilkada DKI lalu, ada masjid yang dengan salah kaprahnya karena apa yang telah dilakukan (pengurus) Masjid itu adalah bentuk penghilangan hak-hak keumatan di wilayah masjid itu. Kasusnya ada Jamaah yang tidak boleh disholatkan,” kata Zulham saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Itulah alasan Zulham mengapa pihaknya menggelar diskusi keummatan bertemakan “Optimalisadi Masjid Sebagai Media Mencerahan Umat” dengan sub tema “Menyoal Politisasi Masjid” di Masjid Al Fatta, Jl Menteng Raya Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat hari ini.

“Oleh karena itu kita ingin menggelar diskusi ini dalam rangka memberikan masukan kembali bahwa masjid tidak boleh dilibatkan jauh dalam persoalan politik praktis,” terangnya.

Dengan mengangkat tema semacam itu, Zulham pun menyatakan bukan berarti GPI menolak adanya konten politik dibahas di dalam Masjid. Ia menjelaskan bahwa politik yang dibahas di dalam Masjid tidak boleh membuat umat terkotak-kotak apalagi hanya berisi narasi cacian dan makian.

“Boleh kita bicarakan persoalan politik, tapi kemudian tidak dalam rangka membangun keberpihakan-keberpihakan,” pungkasnya.

Terakhir, ia mengingatkan agar Masjid menjadi tempat yang baik untuk mencerahkan umat dengan memberikan informasi berimbang dan fakta.

“Kalaupun kita berbicara politik di dalam masjid itu dalam rangka menyampaikan informasi sebenar-benarnya bagaimana kondisi umat hari ini terkait dengan sebuah kebijakan politik,” ujarnya.

“Prinsipnya kita tidak ingin masjid terlibat terlalu jauh apalagi malah benar-benar berpihak. Itu yang tidak kita harapkan,” tegas Zulham. (ibn)