Beranda News Nasional HIPPERPALA Indonesia Sayangkan Capres-Cawapres Abaikan Isu Lingkungan

HIPPERPALA Indonesia Sayangkan Capres-Cawapres Abaikan Isu Lingkungan

WIB
202 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

Redaksikota.com – Yayasan HIPPERPALA Indonesia (Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam – Indonesia) mengkritisi sikap para Capres-Cawapres baik nomor 01 (Jokowi-Ma’ruf) maupun nomor 02 (Prabowo- Sandi). Kekecewaan tersebut diungkapkan kedua peserta Pilpres 2019 itu belum juga ada yang mengeluarkan isu tentang lingkungan hidup dalam narasi kampanye.

“Semua isu politik yang ada hanya retrorika saja, apakah para team baik TKN (Tim Kampanye Nasional -red) maupun BPN (Badan Pemenangan Nasional -red) lupa bahwa kita ini hidup dari lingkungan bukan dari retrorika politik saja,” kata Sekretaris Umum Yayasan HIPPERPALA Indonesia, Zaldi Sonata dalam siaran persnya, Kamis (22/11/2018) dini hari.

Bagi Zaldi, sejauh pengamatannya dalam kontestasi politik tersebut kedua pasang Capres-Cawapres maupin tim suksesnua sekarang ini hanya saling menjelek-jelekkan satu dengan yang lainnya, bukan malah bertarung dengan gagasan terutama gagasan tentang lingkungan hidup.

“Bisa dilihat bagaimana isu tentang lingkungan hidup dikesampingkan, padahal isu tentang lingkungan hidup adalah isu yang sangat seksi bahkan menarik untuk dijelaskan dan diurai bagaimana pembangunan yang akan dijalankan tidak merusak lingkungan,” terangnya.

Salah satu yang dilihat Zaldi adalah soal pembangunan infrastruktur yang sudah dan sedang dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sayangnya, sejauh ini para perusak lingkungan seperti pelaku pembakaran hutan masih belum jelas proses hukumnya.

Bahkan Zaldi pun mempertanyakan Joko Widodo yang tidak tegas menyikapi berbagai kasus kriminalisasi yang dialami oleh para aktivis lingkungan.

“Contoh yang gampang bagaimana infrakstruktur yang sudah dibangun oleh Jokowi selaku petahanan sudah ‘berdamai’ dengan lingkungan, terus apakah para penjahat pembakaran hutan sudah dipenjara semua, bagaimana nasib para pejuang lingkungan hidup (aktivis) yang mendapat kriminalisasi,” tuturnya.

Selain kepada Jokowi, Zaldi juga menilai Prabowo adalah sosok yang terkenal dekat dengan para pegiat lingkungan hidup khususnya saat Capres nomor urut 02 tersebut masih aktif dan menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Koppasus).

“Prabowo-Sandi belum berani berjanji tentang lingkungan hidup, mereka hanya sibuk pada isu-isu yang lain. Padahal dilihat dari rekam jejak Prabowo mempunyai kedekatan histori dengan para penggiat alam bebas sewaktu menjabat sebagai Danjen Kopassus, apakah BPN tidak mau memainkan isu tentang linkungan hidup,” lanjutnya.

Lepas dari itu, Zaldi memandang pilu fakta kontestasi politik dewasa ini, dimana narasi yang dibangun hanya berkutat bagaimana menjatuhkan lawan politiknya saja.

“Saya melihat pilpres hari ini hanya sebagai pelaksanaan dari UU yang sifatnya hanya normatif, tidak lebih hebat dari pemilihan RT,”
tambahnya.

Terakhir, Zaldi melalui lembaganya itu pun mengajak dan menyerukan kepada seluruh pegiat lingkunhan untuk berpartisipasi dalam kegiayan pendakian gunung. Baginya, acara tersebut juga sebagai bentuk upaya saling silaturrahmi sekaligus ajang forum diskusi bersama tentang isu lingkungan hidup.

“Yayasan HIPPERPALA Indonesia mengundang seluruh para penggiat alam bebas untuk ikut kegiatan The Jungle Party, Pendakian Silaturasa Lintas Gunung Lawu, Candi Cheto – Cemoro Kandang yang dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 26 November 2018. Dalam kegiatan ini kita akan berdiskusi sambil menikmati indahnya alam Indonesia dari ketinggian,” tutupnya.

(ibn)