Slamet Maarif
Ketum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA212), Ustadz Slamet Maarif. [foto : Redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Ustadz Slamet Maarif menyatakan bahwa pihaknya mengutuk keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oleh beberapa oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut.

“Mengecam dan mengutuk tindakan anggota Banser yang membakar bendera Tauhid. Ini tindakan biadab yang tidak beradab mirip gaya PKI, kami sangat mengecam dan mengutuk tindakan mereka, apa mereka tidak tahu disitu ada kalimat tauhid ?,” kata Slamet dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Senin (22/10/2018).

Menurutnya, seluruh umat Islam berkewajiban untuk menjaga dan memuliakan kalimat tauhid.

“Syetan apa yang masuk ke mereka. Kalimat tauhid adalah kalimat suci yang harus kita muliakan dan kita bela kesuciannya,” ujarnya.

Kemudian, Slamet juga juga juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI) tersebut mendesak agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk segera mengambil sikap terkait dengan aksi tersebut.

“PBNU harus ambil tindakan dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam atas tindakan Banser tersebut. Ini mengarah kepada penodaan agama, polisi wajib usut dan tangkap pelakunya,” tegasnya.

Bahkan terakhir, Slamet juga menyerukan jihad membela kalimat Tauhid kepada publik luas.

“Ayo umat Islam, kita bela kalimat tauhid. Bukankah kalian ingin mati dengan kalimat tauhid ?,” tutupnya.

Pembakaran bendera Tauhid saat perayaan Hari Santri

Perlu diketahui, bahwa dalam sebuah tayangan video di Youtube, belasan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) Garut tampak membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan aksara arab berwarna putih berlafadz Tauhid yang mirip dengan bendera yang biasa dikenakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal itu. Dia mengatakan pembakaran terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Minggu kemarin (21/10).

“Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut,” tutur Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

Meski belum diketahui pasti, Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

“Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan,” kata Yaqut.