pemilu
*istimewa
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Pilkada serentak akan segera digelar pada bulan Februari 2017 mendatang. Berbagai persiapan pun sudah mulai dilakukan. Bahkan lembaga yang dinahkodai oleh Muhammad tersebut telah menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) untuk diantisipasi bersama.

1. Keseriusan Penyelenggara
Muhammad menilai sejauh ini persoalan yang mendasar adalah keseriusan dan ketegasan penyelanggara pemilihan umum. Banyak persoalan yang muncul akibat penyelenggara pemilu kurang tegas sehingga kendala-kendala yang muncul di lapangan selalu terjadi.

“Apakah selama ini penyelenggara pemilu itu telah bekerja dengan baik sesuai undang-undang. Ukurannya, berapa banyak yang diberi sanksi, berapa banyak yang menerima suap. Ini penting,” kata Muhammad di Jakarta, Senin (22/8/2016).

2. Administrasi Dipaksakan
Selain itu, ada persoalan yang sering terjadi sepanjang proses pemilihan umum yakni dokumen atau administrasi. Misalnya saja calon memiliki masalah pada ijazah hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP) sekalipun.

“Sudah disadari bermasalah secara administrasi, misal ijazah atau KTP, tapi kemudian dipaksakan menjadi pasangan calon,” terangnya.

3. Rendahnya Mutu dan Intensitas Sosialisasi
Selain itu, persoalan selanjutnya adalah rendahnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat atau pemilih. Rendahnya intensitas sosialisasi kepada publik akan membuat jumlah pemilih menurun, sehingga proses pemilihan umum tersebut berjalan tidak maksimal.

“Selama ini kan pemilih perannya strategis. Kita ingin ajak masyarakat supaya peduli pada pengawasan pemilu,” tukasnya.

Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis tersebut nantinya akan menjadi acuan dan pedoman bagi Bawaslu maupun Panswaslu, agar proses pemilihan umum berjalan dengan baik, serta hambatan yang biasa ditemukan tidak kembali terjadi secara terus menerus setiap ada proses pesta demokrasi tersebut.

 

rel/mib