Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tampaknya mati-matian mendukung Amien Rais sebagai bagian terpenting dari perjalanan sejarah reformasi di Indonesia. Betapa tidak, eks politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut sampai menyebut sosok Amien Rais sama sekali tidak gila jabatan di negeri ini.

“Yang luar biasa Pak Amien tidak tergoda. Sepanjang yang saya tahu bagaimana Pak Amien tidak tergoda oleh kekuasaan,” kata Fahri Hamzah di Senayan dikutip dari Detikcom, Senin (21/5/2018).

Dalam keterangannya itu, Fahri menilai jika memang Amien Rais mau untuk menjadi penguasa pasca lengsernya orde baru, maka hal itu sangat mungkin terjadi melihat posisi sesepuh Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Sayangnya, omongan Fahri Hamzah ini pun disindir oleh akun Twitter @digembok, dimana sang pemilik akun tersebut mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Fahri Hamzah tidak mewakili kebenaran seutuhnya.

Dalam kicauan akun @digembok, ia mengunggah sebuah postingan gambar screenshot kertas suara di Pilpres 2004 silam, dimana terdapat wajah Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo terpampang jelas sebagai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 3.

Perlu diketahui, pada putaran pertama pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2004 lalu terdapat 5 pasangan calon. Mereka diantaranya adalah paslon nomor urut 1 yang diisi oleh Wiranto dan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) yang didukung oleh Partai Golkar.

Kemudian paslon nomor urut 2 diisi oleh Megawati Soekarnoputri bersama dengan almarhum KH Hasyim Muzadi yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Selanjutnya ada pasangan nomor urut 3 Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo yang didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

Pasangan calon nomor urut 4 diisi oleh foto Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang saat itu didukung oleh tiga partai yakni Partai Demokrat, PBB dan PKPI.

Terakhir adalah paslon nomor urut 5 yang diisi oleh Hamzah Haz dan Agum Gumelar yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PP).