Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Hari ini, Senin (22/5/2017), sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nasionalis berencana untuk ikut menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka dan DPR RI.

Agenda aksi yang juga merupakan peringatan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ini, para Mahasiswa tersebut ingin menyoroti beberapa persoalan penting yang harus segera dientaskan oleh pemerintahan saat ini, yakni Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Salah satunya adalah persoalan radikalisme dan intoleransi.

Menurut Wakil Koordinator Pusat BEM Nasionalis, Lambok, penanganan persoalan radikalisme, isu intoleransi beragama serta tindakan-tindakan penghinaan terhadap pancasila yang dilakukan oleh beberapa kelompok ataupun individu masih belum bisa diatasi oleh pemerintah. oleh karena itu, pihaknya perlu menekan dan menuntut pemerintah untuk mampu mengatasi permasalahan ini.

“Kita mendorong pemerintah harus mampu mengatasi persoalan klasik ini,” ungkap Lambok yang juga sebagai Wakil Koordinator Pusat BEM Nasionalis itu, Minggu (21/5/2017) malam.

Menurutnya persoalan politik SARA harus segera diselesaikan. Dan bagi Lambok, Indonesia akan semakin besar jika seluruh perbedaan yang dimiliki oleh Indonesia bisa bersatu padu.

“Persoalan ini tak boleh berlarut. Tuntutan kita bukan mencari siapa yg benar atau siapa yang salah saja, tapi bermuculannya suatu paham radikalisme kelompok tertentu serta tindakan intoleransi beragama harus segera diselesaikan. Bangsa Indonesia akan semakin besar apabila perbedaan-perbedaan seluruh elemen bangsa, baik dari suku, agama, budaya dan kepentingan politik dapat bersatu bahu membahu memajukan negeri ini,” ujarnya.

Tampak senada, koordinator pusat BEM Nasionalis, Riyan Hidayat, juga mengungkapkan, bahwa persoalan pendidikan adalah persoalan fundamental bagi sebuah negara. Namun persoalan saat ini menuruy Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah tersebut memandang jika pendidikan di Indonesia masih dijadikan ladang bisnis.

“Pendidikan adalah persoalan fundamental bagi sebuah bangsa dan negara. Namun, realitas hari ini sistem pendidikan kita tak ubahnya seperti pasar tempat mencari keuntungan sebanyaknya,” ungkapnya.

Riyan juga mengatakan, selain persoalan pendidikan dan politik, ekonomi juga harus dikritisi. Pasalnya, perekonomian Indonesia hari ini cenderung menjadikan hutang sebagai suatu solusi.

“Ekonomi Indonesia hari ini mengkhawatirkan. Hutang luar negeri kita semakin banyak tetapi sikap negara kita cenderung menjadikan hutang sebagai solusi menutupi kekurangan. Subsidi kita perlahan di pangkas dan di habisi. Sedangkan rakyat, semakin tercekik kesusahan. Ini juga harus di reformasi,” katanya serius.

BEM Nasionalis akan melaksanakan Aksi di depan gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara pada Senin, 22 Mei 2017 hari ini.