Slamet Maarif
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif. [foto : geosiar]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Alumni 212 (PA212), Slamet Maarif meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi dan memecat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). Desakan tersebut disampaikan lantaran sikap arogansi pembantu Jokowi di Kabinet Kerja tersebut terjadap Penasihat mereka, Amien Rais.

“Sikap LBP yang mengancam sungguh bukan tindakan yang cerdas dan elegan tapi sebuah tindakan yang memalukan. Jika dibiarkan, sikap LBP ini kami khawatir budaya saling mengancam akan memecah-belah anak bangsa ini, suasana kondusif yang kita bangun akan menjadi luluh lantak. Pak Jokowi pecat saja LBP karena anti kritik,” kata Slamet Maarif dalam rilisnya yang diterima wartawan, Selasa (20/3/2018).

Baginya, kritikan Amien Rais terhadap kinerja pemerintahan Jokowi dalam konteks sertifikasi tanah gratis kepada warga Indonesia tersebut bukanlah sebuah tindakan yang perlu disikapi dengan dewasa khususnya oleh Presiden sendiri maupun oleh para jajarannya di Kabinet Kerja. Apalagi dalam ranah demokrasi, kritikan merupakan hal yang lumrah alias wajar.

“Sebagai pejabat negara sudah sepatutnya harus dewasa menerima kritik dan membuka ruang pintu dialog dengan siapapun apalagi dengan sosok tokoh nasional, bapak bangsa dan tokoh reformasi bukan malah sebaliknya semakin memperkeruh suasana dan membahayakan persatuan anak bangsa,” tuturnya.

Luhut ancam Amien Rais

Sebelumnya diberitakan, bahwa Luhut marah besar terhadap politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang disebut menuding program sertifikasi tanah ala Presiden Jokowi hanyalah pembohongan alias pengibulan. Menko Kemaritiman tersebut mengaku paham betul rekam jejak sang pengkritik yang disebutnya senior itu, sehingga ia menegaskan tak segan-segan mencari dan mengumbar dosa-dosanya.

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu kok. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam sajalah. Tapi jangan main-main, kalau main-main, kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” tegas Luhut, Senin (19/3/2018).

Terkait dengan sikap dan ancaman Luhut tersebut, Slamet Maarif yang juga menjabat sebagai juru bicara Front Pembela Islam (FPI) tersebut menilai bahwa Luhut pun memiliki dosa-dosa yang bisa saja dibahas oleh publik.

“Jutaan anak bangsa juga selama ini memantau dan memperhatikan sepak terjang anda (LBP) terutama dalam masalah Reklamasi,” tutupnya. (ibn)