Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Pemerhati Polhukam pada Lembaga Pengkajian Strategis Politik, Hukum, HAM dan Keamanan (LPSPH2K), Nicholay Aprilindo mengaku sangat kecewa dengan statemen Presiden Joko Widodo yang mengklaim tak mengeluarkan uang saat mencalonkan diri sebagai Cagub DKI Jakarta 2012 silam.

Menurutnya, nyaris semua duit kampanye untuk memenangkan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta kala itu merupakan suntikan dari Partai Gerindra tepatnya uang dari Hashim Djojohadikusumo dan Prabowo Subianto.

“Jokowi berkali-kali datang ke Pak Hashim meminta uang. Saya adalah saksi hidup, saya berkata ini berani tanggung jawab,” kata Nicholay dalam diskusi publik Selasaan ” Jejak-jejak Kebohongan Jokowi?” yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Nicholay pun menegaskan bahwa dirinya mengaku sangat tersinggung dengan statemen Jokowi yang dianggapnya sangat jumawa saat memberikan statemen di Debat Capres-Cawapres putaran I pada tanggal 17 Januari 2019 itu.

Bahkan ia menilai saat menyampaikan itu, Jokowi telat sadar sehingga membuat Prabowo tersenyum dan menunjuk adiknya di kursi audien.

“Artinya Jokowi berani berbohong di depan orang yang membiayai dia. Tapi Jokowi mungkin tersadar dan mengatakan jika Prabowo tahu itu semua. Tapi pak Prabowo senyum sambil tunjuk Hashim jika dialah yang biaya kamu,” terangnya.

Tidak hanya itu, Nicholay juga mengklaim masih memiliki bukti-bukti autentik terkait dengan donasi politik Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta 2012 silam itu.

“Itu bukti-bukti transfer dan sebagainya masih ada dan masih lengkap semuanya sampai sekarang,” tegasnya.

Terakhir, Nicholay mengingatkan kepada Jokowi agar tetap mengedepankan etika dalam berpolitik, khususnya kepada orang-orang yang berjasa besar kepadanya.

“Makanya dalam berpolitik seharusnya tetap beretika, siapa yang berjasa kepadanya dan siapa yang menjadikannya apa. Kalau pak Jokowi mau jujur jika pak Hashim yang biayai dia jadi Gubernur maka akan membuat simpati masyarakat,” tuturnya.

Sementara sebelumnya, Hashim juga sudah memberikan penjelasan bahwa memang dirinya yang menggelontorkan dana untuk biaya politik Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2012 silam.

“Pak Jokowi tidak keluarkan uang karena uangnya dari saya, uangnya dari saya itu kenyataan itu. Saya kira ya maaf ya tidak benar itu,” ujar Hashim di Media Center Prabowo, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Menurut Hashim dalam pencalonan sebagai gubernur DKI, 7 tahun lalu, Jokowi beberapa kali mendatangi kantornya. Karena Jokowi-Basuki Tjahja Purnama (Ahok) saat itu diusung Gerindra dan PDIP, maka Jokowi meminta bantuannya untuk mendanai Pilgub DKI melawan petahana saat itu Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

“Mengenai dana pak Jokowi beberapa kali datang ke saya dan saya ada catatan itu ada data itu, kami bantu untuk pak Jokowi,” katanya.

Perlu diketahui bahwa dalam debat Putara I yang digelar di Bidakara, Jokowi sempat menyebutkan bahwa dalam kontestasi politik yakni di Pilgub DKI Jakarta 2012 silam, ia tak banyak keluarkan anggaran.

“Contohnya saya, saat saya pemilihan Wali Kota (Solo), saya menggunakan anggaran sangat kecil. Saat pemilihan Gubernur (DKI Jakarta) saya tak mengeluarkan biaya. Pak Prabowo pun tahu mengenai itu. Tetapi memang ini sekali lagi memerlukan sebuah proses yang panjang, artinya pergerakan politik bisa dimulai dari relawan, keinginan publik untuk mendepatkan pemimpin publik tanpa mengedepankan finansial,” kata Jokowi.

(ibn)