Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengaku sangat heran dengan beredarnya foto pengusaha Dato Sri Tahir yang dibopong oleh pasukan Brimob bak raja.

Betapa tidak, sebagai salah satu jajaran lembaga penegak hukum dan keamanan, Polri tidak boleh memberikan karpet merah untuk pengusaha yang justru berpotensi menimbulkan fitnah dan polemik terjadap institusi Kepolisian itu sendiri.

“Apakah harus seperti itu perlakuan yang diberikan kepada seorang pengusaha Dato Sri Tahir kalau dibandingkan dengan masyarakat umum yang memiliki rasa cinta dan sayang kepada institusi Kepolisian,” kata Hari dalam surat terbukanya yang ditujukan kepada Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian yang diterima wartawan, Rabu (21/11/2018).

Eks aktivis 98 ini pun memberikan kritikan pedas kepada Kepolisian, jangan sampai karena sikap super istimewa yang ditunjukkan dalam foto tersebut membuat lembaga negara itu tidak adil dan berpihak kepada pengusaha.

“Jangan sampai institusi kepolisian dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha yang meminta perlindungan hukum untuk pribadi maupun bisnisnya. Apalagi sampai dibopong dan dieluk-elukan berdampak negatif untuk kepolisian, apalagi saat ini kepolisian sedang membangun citra positif kepada masyarakat umum,” tuturnya.

Maka dari itu, Hari Purwanto pun meminta agar Kapolri melakukan evaluasi besar terhadap kegiatan yang terdapat peristiwa yang berpotensi menimbulkan preseden buruk bagi korps Bhayangkara itu.

“Semoga melalui Surat Terbuka ini Bapak Kapolri bisa langsung mengevaluasi kegiatan dan aktivitas, dimana Pengusaha Dato Sri Tahir ternama tersebut dibopong dan dieluk-elukan oleh salah satu kesatuan dibawah komando Bapak Kapolri,” ujarnya.

“Jangan sampai preseden yang sudah tersebar di media sosial mengakibatkan kecemburuan publik atas perlakuan kepolisian terhadap pengusaha. Sehingga berdampak panjang penilaian publik terhadap kepolisian yang saat ini dibawah kepemimpinan Bapak Tito Karnavian,” tutupnya.
Perlu diketahui bahwa peristiwa tersebut berlangsung saat Korps Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian RI menganugerahkan Warga Kehormatan Brimob kepada bos Mayapada Group Dato Sri Tahiri di Lapangan Markas Korps Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (12/11).

Selain Dato Sri Tahir, Komandan Korps Brimob Irjen (Pol) Rudy Sufahriyadi melalui keputusan Komandan Korps Brimob nomor Kep 147 XI 2018 tanggal 5 November 2018 tentang pemberian penganugerahan warga kehormatan korps Brimob Polri juga memberikan penghargaan kepada sembilan orang Perwira Tinggi (pati) Polri. Mereka antara lain ;

1. Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen (Pol) Eko Indra Heri;

2. Asisten Perencanaan (Asrena) Kapolri Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono;

3. Kepala Biro Kebijakan Strategis pada Deputi Perencanaan Anggaran Kapolri Brigjen (Pol) Eko Budi Sampurno;

4. Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Idham Azis;

5. Kepala Biro Kelembagaan Tata Laksana Staf Perencanaan Umum dan Anggaran (Karolemtala) Polri Brigjen (Pol) Sjamsul Sidiq;

6. Karo Bekum Slog Polri Brigjen (Pol) Sadono Budi Nugroho;

7. Karo Faskon Slog Polri Brigjen (Pol) Alfons Toluhula;

8. Karojemengar Srena Polri Kombes (Pol) Iswahyudi;

9. Asisten Logistik (Aslog Kapolri Irjen (Pol) Asep Suhendar.

(ibn)