Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

LAMPUNG, Redaksikota.com – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Lampung, Tajudin Nur menuturkan bahwa paham radikal menjadi persoalan tersendiri bagi kalangan masyarakat Indonesia termasuk bagi warga Lampung.

Ia pun mengingatkan bahwa penangkalan paham radikal dan intoleran sudah menjadi tanggungjawab bersama warga masyarakat agar paham “penghancur” itu tidak semakin merusak generasi muda Indonesia di kemudian hari.

“Bahaya radikalisme akibat kita tidak bisa menjaga mesjid-masji kita dari kaum radikal. Mesjid-masjid kita selalu sepi, ramainya cuma Shalat Jumat atau Shalat Ied. Jadi untuk menangkal radikalisme ini, kita harus kuasai mesjid-masjid di lingkungan kita, tolak ceramah-ceramah agama yang menyesatkan dari orang-orang yang mengaku Ulama, padahal dia hanya memecah belah persatuan,” kata Tajudin dalam dialog kebangsaan dengan tema “Peran Pemuda dalam Menangkal Radikalisme di Lampung” yang digelar di UIN Raden Intan Lampung, Senin (20/8/2018).

Ia mengatakan paham radikal dan intoleran ini disebarkan oleh kelompok-kelompok seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Walaupun Tajudin sendiri mengatakan bahwa HTI sudah dibubarkan melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), namun pahamnya sendiri masih tetap ada dan masif.

“Di kampus ada ormas yang terlarang yang kalau dulu ada HTI yang sudah dihapus oleh pemerintah dengan disahkannya undang-undang ormas, tapi embrionya masih ada,” tuturnya.

Kemudian, Tajudin menegaskan bahwa ormasnya selalu menjadi pihak yang bertentangan dengan mereka dan seluruh kelompok yang ingin merong-rong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, termasuk yang ingin menegakkan paham atau ideologi lain selain Pancasila.

“GP Anshor Lampung selalu menjadi kelompok tertuduh karena tegas melawan radikalisme. Siapa yang ingin menghancurkan NKRI adalah musuh Gerakan Pemuda Anshor, bagi kami NKRI harga mati,” tegasnya.

Untuk itu, ia pun mengajak kepada seluruh generasi muda Indonesia termasuk kalangan Mahasiswa untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dan melawan segala bentuk paham radikal dan intoleran di lingkungan masing-masing.

“Di Lampung banyak sekali kegiatan deradikalisme yang sering diadakan. Bagi Anshor, radikalisme adalah musuh yang harus dilawan. Mahasiswa baru di Lampung wajib menandatangani dua fakta integritas yaitu anti narkoba dan anti teroris,” pungkasnya.

“Jangan sampai mahasiswa terjebak pada kelompok anti toleransi,” tutup Tajudin.