Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Elektabilitas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar ternyata masih terlalu kecil. Dan berdasarkan temuan survei dari Charta Politika, nilai elektabilitas pria yang karib disapa Cak Imin tersebut hanya menyentuh angka 0,6% saja.

Charta Politika memberikan beberapa simulasi kepada responden dalam surveinya mulai soal popularitas sampai elektabilitas.

Untuk survei elektabilitas, pertanyaan yang diajukan yakni ‘jika pemilu presiden hanya diikuti oleh 7 nama di bawah ini, siapa yang akan bapak/ibu pilih sebagai presiden?’.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, dalam paparannya, di Es Teler 77 Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018), menyatakan survei tersebut dilakukan pada 13-19 April 2018. Survei dilakukan kepada 2.000 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling.

“Kita kasih gambaran, survei Litbang Kompas, dilakukan sebelum Prabowo dideklarasikan dan survei Charta dilakukan usai deklarasi. Ada tendensi kenaikan Prabowo dari 14,1 persen ke 23,3 persen. Dan ada penurunan elektabilitas jokowi,” kata dia.

Margin of error dari survei +- 2,19%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Berikut hasil survei Charta Politika tersebut:

Joko Widodo (Jokowi): 51,2%
Prabowo Subianto: 23,3%

Gatot Nurmantyo: 5,5%
Anies Baswedan: 3,4%
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 2,7%
Jusuf Kalla: 2,0%
Muhaimin Iskandar (Cak Imin): 0,6%
Undecided voters: 11,5%.

Sebagaimana diketahui, Cak imin gencara melakukan manuver politik untuk meraih posisi sebgai calon wakil presiden (cawapres) pada pilpres 2019 mendatang.