Beranda News Nasional Tekan Angka Golput dan Tangkal Hoaks, Pustaka Institute Gelar Diskusi Besok

Tekan Angka Golput dan Tangkal Hoaks, Pustaka Institute Gelar Diskusi Besok

180 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Prihatin dengan maraknya hoaks alias berita bohong di kalangan masyarakat dan menekan potensi masyarakat yang apatis dalam Pemilu 2019, Pusat Kajian Kebijakan Publik (PUSTAKA INSTITUTE) berencana akan menggelar diskusi publik.

Diskusi sekaligus Deklarasi Anti Hoax dan Golput dengan mengangkat tema “Peran Media Massa Dalam Pendidikan Politik Guna Melawan Hoax dan Menekan Angka Golput Dalam Pemilu 2019” tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Maret 2019 di Cafe dan Resto Tjikini Lima, Menteng, Jakarta Pusat.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi yang akan digelar tersebut, diantaranya disampaikan panitia adalah ; Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, Staf Ahli Sekjen Kominfo RI, Dr. Hendraso, MA, Ketua Bidang Pendidikan PWI, Firdaus dan Pengamat Intelijen, Ngasiman Djoyonegoro.

Menurut Ketua Panitia yang juga Direktur Pendidikan Pustaka Institute, Achmad Aulia mengatakan bahwa diskusi tersebut digelar agar masyarakat sadar pemilu dan ikut berpartisipasi aktif datang ke TPS untuk menyalurkan hak demokrasinya.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan partisipasi politik masyarakat menjelang pemilu agar mereka sadar sehingga tidak golput,” ujurnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (21/03/2019)

Karena lanjutnya, menjelang Pemilu 2019 isu tersebut mencuat kembali dan menurut hasil survei yang dikutipnya menyatakan bahwa angka golput semakin tinggi.

“Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia bahwa tren Golput meningkat dari 0,9 persen pada survei september 2018, menjadi 1,1 persen pada Januari 2019. Tentu ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita,” ungkapnya.

Disamping itu juga, menurutnya tren produksi dan sebaran hoaks juga meningkat cukup tajam. Hasil temuan terbaru Kementerian Komunikasi dan Informatika terdapat 771 konten hoaks selama Agustus 2018 sampai dengan Februari 2019. Dari jumlah itu, telah didominasi hoaks yang berbau politik.

“Hoaks ini juga sangat berbahaya, apalagi yang kena sasaran hoaks adalah petahanan. Bayangkan dari 771 jenis hoaks, terdapat 181 konten hoaks terkait dengan isu politik yang menyerang petahanan,” jelasnya.

Maka dari itu, ia meminta agar masyarakat datang dalam diskusi yang mencerdaskan tersebut agar bisa terhindar dari Hoax dan tidak golput.

“Masyarakat yang suka sebar Hoax dan yang mau golput hadir lah biar cerdas, apalagi diskusi tersebut gratis dan sangat mendidik,” ungkapnya.