Beranda News Nasional Jokowi Masih Kalah di Pamekasan, Zuhairi Misrawi Sebut Faktornya Karena Hoax

Jokowi Masih Kalah di Pamekasan, Zuhairi Misrawi Sebut Faktornya Karena Hoax

"Kenapa kita kalah karena diserang hoax, presiden Jokowi difitnah anak PKI dan sebagainya, makanya beliau kalah khususnya di Pamekasan,"

227 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Salah satu anggota TKN Jokowi-Maruf, Zuhairi Misrawi mengklaim bahwa Madura sudah mayoritas akan mendukung Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019 nanti.

Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah menang, kita hanya kalah di Pamekasan,” kata Zuhairi di acara Deklarasi Dukungan Komunitas Madura Jakarta di GOR Jakarta Timur, Selasa (21/1/2019).

Alasan mengapa banyak warga Pamekasan belum mendukung Jokowi menjadi Presiden 1 periode lagi, lantaran maraknya hoax yang masih ditelan mentah-mentah oleh warga.

“Kenapa kita kalah karena diserang hoax, presiden Jokowi difitnah anak PKI dan sebagainya, makanya beliau kalah khususnya di Pamekasan,” ujarnya.

Mengenai permasalahan itu, Zuhairi yang juga putra asli Madura itu menegaskan jika Jokowi tidak seperti yang difitnahkan itu.

“Padahal pak Jokowi adalah muslim sejati. Bahkan ketika ada adzan yang dicari pak Jokowi adalah masjid. Masak ada orang dengar adzan langsung datang ke masjid kok dibilang PKI,” tuturnya.

Kemudian ada lagi fitnah bahwa Jokowi adalah orang yang anti terhadap ulama. Dan kali ini, Zuhairi pun lagi-lagi membantah kabar semacam itu.

“Pak Jokowi difitnah anti ulama. Pak Jokowi menunjuk wakilnya itu seorang ulama dan seorang ketua MUI dan PBNU. Masak begitu juga dibilang anti ulama,” tegasnya.

Yang terakhir soal kabar jika Jokowi anti Islam. Menurut Zuhairi, Jokowi adalah Presiden yang juga sangat perhatian terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan termasuk kegiatan umat Islam.

“Pak Jokowi difitnah anti Islam, padahal pak Jokowi paling banyak datang ketika diundang dalam kegiatan keagamaan Islam. Meskipun fisiknya tidak hadir terkadang tapi hatinya hadir dengan memberikan bantuan kegiatan dan sebagainya, artinya negara hadir juga dalam kegiatan itu,” tutupnya.

Terakhir, ia pun sempat mengutarakan keinginannya untuk berkunjung ke Pamekasan agar bisa melakukan sosialisasi dan pelurusan kabar hoax yang sudah terkadung dipercaya oleh sebagian masyarakat di sana.