Tengku Zulkarnain Sebar Hoax
Kicauan Tengku Zulkarnain di akun Twitter pribadinya, Senin (18/9/2017). [sumber : [@ustadtengkuzul]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama (MUI) Pusat, KH Tengku Zulkarnain baru-baru ini kedapatan mengunggah sebuah gambar yang menyebutkan, bahwa salah satu kader PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka tidak mempermasalahkan bangkitnya kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Uniknya, gambar screenshot tersebut diklaim bersumber dari media online Kompas.TV.

Sembari menekankan bahwa gambar yang diunggahnya itu betul adanya, Tengku Zukarnain pun memberikan kicauan yang mempertanyakan mengapa PDI Perjuangan tidak memberikan sanksi kepada Rieke Diah Pitaloka.

“Anggota DPR RI Tdk Tahu PKI Itu Melanggar TAP MPRS XXV 1966? Jika Ucapan Itu BENAR Dia Ucapkan, Apa PDIP Tdk Beri Sanksi Atas Ucapan Begini?,” tulis pemilik akun @ustadtengkuzul itu, Senin (18/9/2017).

Uniknya, kicauan itu langsung mendapatkan banyak sekali respon beragam dari netizen lainnya. Salah satunya adalah pemilik akun @icangwanteng. Ia memberikan komentar seakan kicauan Tengku Zulkarnain tersebut adalah benar komentar Rieke Diah Pitaloka.

“Racikan PDIP ttg komunisme udah komplit..cuma heran kenapa gak ditangkap ucapan2 anti pancasila spt ini..itu makar thd negara pancasila,” kicau @icangwateng di hari yang sama.

Selain itu, pemilik akun @mahdlarmy juga memberikan reaksi yang sama. Ia menilai statemen yang diklaim Tengku Zulkarnain adalah ucapan Diah Pitaloka tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus diproses.

“Sudah nggak bisa dibiarkan pak ustad, PKI ini kejam dan yg jadi sasaran mereka saudaranya sendiri, bukan penjajah,” kicau Deceiver.

Setelah kicauan itu sukses menyedot lebih dari 300 komentar, 700 like dan 1.000 kali dibagikan, pihak KompasTV yang diklaim sebagai sumber dalam gambar yang diunggah Tengku Zulkarnain tersebut memberikan tanggapannya.

Melalui kicauan twitternya, pihak Kompas TV menyatakan bahwa gambar tersebut bukanlah produksi dari perusahaannya.