Irman Gusman
Irman Gusman kenakan rompi tahanan saat keluar dari gedung KPK. [foto : merdeka]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pagi ini akan menggelar rapat paripurna, dengan salah satu agendanya mendengarkan laporan Badan Kehormatan DPD terkait dengan status ketua DPD Irman Gusman yang telah menjadi tersangka, yakni dalam kasus suap kuota impor gula di Provinsi Sumatera Barat. Irman ditangkap oleh KPK pada Sabtu lalu di kediamannya di Jalan Denpasar Jakarta Selatan.

Wakil Ketua DPD Faroek Muhammad mengatakan, dalam rapat paripurna DPD mendengarkan laporan dari Alat Kelengkapan DPD, kemudian mengambil keputusan, dan juga mendengarkan laporan dari Badan Kehormatan mengenai status Irman Gusman.

“Agenda dari rapat paripurna DPD hari ini, mendengarkan laporan Alat Kelengkapan Dewan, yang salah satunya mendengarkan laporan Badan Kehormatan tentang status dari Ketua DPD Irman Gusman yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK,” ujar Faroek kepada wartawan di Gedung DPR Selasa (20/9/2016).

Faroek menuturkan, setelah Badan Kehormatan menyampaikan hasil rapat pleno terkait dengan status dari Irman Gusman, yang telah memberhentikan Irman dari jabatan sebagai ketua DPD, selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses siapa yang akan menjadi Plt.

“Setelah Irman resmi diberhentikan, maka sesuai dengan pasal 54, maka akan dipilih satu orang dari daerah pemilihan sumatera Barat, kemudian menjadi tiga orang pimpinan, dan paripurna akan memilih salah satu untuk menjadi ketua,” jelasnya.

Faroek menuturkan, dalam kelembagaan di DPD, untuk memberhentikan seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka akibat penegakan hukum, dalam hal ini Irman Gusman, maka akan ada mekanisme tertentu. Yakni panitia musyawarah mengusulkan sidang luar biasa, sementara mekanisme lain, Badan Kehormatan melihat akibat dari kasus yang menjerat Irman Gusman ini, sangat menganggu DPD di mata masyarakat.

Terkait dengan sejumlah anggota DPD yang membubuhkan tanda tangan untuk penangguhan penahanan Irman Gusman. Faroek menegaskan, tim lawyer dan keluarga yang meminta penangguhan penahanan terhadap Irman.

“Memang ada beberapa anggota DPD yang berempati terhadap kasus Irman, dan salah satu persyaratan penangguhan penahanan adalah jaminan, maka teman – teman yang menandatangani petisi, adalah sifatnya pribadi, jadi anggota DPD tidak meminta penangguhan penahanan, tetapi hanya menjamin,” tegasnya. [ike]