t
Beranda Headline Tolak Kenaikan Harga Rokok Rp 50 Ribu, Kojak Beri Solusi ke Pemerintah

Tolak Kenaikan Harga Rokok Rp 50 Ribu, Kojak Beri Solusi ke Pemerintah

WIB
225 views
| Estimasi Baca: 1 menit
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Umum Komunitas Perokok Bijak (Kojak), Suryokoco menilai upaya pemerintah menaikkan harga rokok mencapai Rp 50.000 per bungkus adalah keputusan yang salah.

Salah satu dampak yang mungkin terjadi dari kebijakan tersebut, adalah meningkatnya jumlah industri rokok ilegal di pasaran. Hal ini disebabkan lantaran cost cukai yang semakin meningkat.

“Rokok tanpa cukai akan banyak beredar, dan negara akan kehilangan pendapatan. Perokok akan tetap merokok dengan cara melinting sendiri (tingwe) atau beralih ke cangklong,” kata Suryokoco kepada Redaksikota, Sabtu (20/8/2016).

Selain itu, Suryokoco juga mengkhawatirkan dengan mahalnya harga rokok, justru akan berdampak pada peralihan konsumsi produk tembakau ke rokok elektrik.

“Kemungkinan lain adalah anak-anak akan beralih ke rokok elektrik yang tidak masuk kategori rokok,” pungkasnya.

Walaupun ia berada di kubu konsumen rokok, Suryokoco menegaskan jika Kojak sangat mendukung larangan anak-anak atau orang yang masih di bawah umur untuk mengkonsumsi rokok.

“Kojak mendukung mengurani perokok anak, tapi menolak cara membuat harga rokok mahal, karena itu bukan solusi,” ujarnya.

Salah satu solusi yang dianggapnya paling tepat untuk pengurangan konsumsi rokok bukan berada pada ditingkatkannya harga produk tembakau, melainkan menerapkan kebijakan keras pembatasan konsumen rokok bagi anak-anak.

“Bukan harga rokoknya, tapi tegakkan aturan. Setiap siswa (anak sekolah) yang ketahuan merokok baik jam sekolah maupun hari biasa diberi sanksi. Dari skorsing sampai dikeluarkan dari sekolah. Beres ta?,” usulnya.

Lebih lanjut, Suryokoco menilai jika kebijakan pembatasan itu bisa diberlakukan dengan baik dan merata, hal ini akan bisa menjawab harapan Presiden Joko Widodo untuk melepaskan generasi bangsa terbebas dari rokok, dan membuat mereka tetap sehat.

“Nggak ada anak yang pingin dikeluarkan dari sekolah, nggak ada orang tua yang ingin anaknnya nggak sekolah, dikeluarkan dari sekolah hanya karena merokok,” tuturnya.

 

mib