Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. [*istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Penolakan terhadap kelanjutan reklamasi teluk Jakarta, termasuk proyek Pulau G semakin menggaung. Kali ini berasal dari kalangan Mahasiswa, termasuk BEM dari Jakarta dan Banten.

Pasalnya, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Bagus Tito Wibisono mengataka, bahwa pihaknya mempersoalkan sikap Menko Kemaritiman yang keukeuh melanjutkan proyek Pulau G tersebut.

“BEM Seluruh Indonesia bersama para nelayan dan rakyat Jakarta kembali menyuarakan kekecewaan,” kata Bagus dalam keterangannya yang diterima Redaksikota, Senin (19/9/2016).

Apalagi disampaikan Agus, keputusan dilanjutkannya proyek Pulau G tersebut dilakukan Menko Kemaritiman dan Pemprov DKI Jakarta dengan dalih tidak ada masalah dalam proyek yang saat ini dilakukan oleh PT Muara Wisesa itu.

“Hal ini disebabkan pernyataan Menko Maritim yang menyebutkan tidak ada kesalahan dalam reklamasi sehingga proyek tersebut dilanjutkan,” tukasnya.

Namun kebijakan sepihak Luhut ini pun dianggap Bagus sebagai bentuk pembangkangan terhadap keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menyatakan jika proyek tersebut dihentikan.

Terkait dengan persoalan tersebut, Bagus yang merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut menyatakan penolakannya terhadap kelanjutan proyek Pulau G itu.

Selain itu, Bagus juga menyerukan mosi tidak percaya kepada Menko Kemaritiman saat ini, yakni Luhut Binsar Pandjaitan. Mosi tidak percaya tersebut dilakukan lantaran bekas Menkopolhukam tersebut telah melakukan pelanggaran hukum dengan melanjutkan proyek yang telah diputuskan dihentikan oleh PTUN.

“Memberikan mosi tidak percaya kepada Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Maritim hasil reshuffle, karena terindikasi melakukan legalisasi proyek reklamasi yang telah di batalkan,” tukasnya. [mib/mds]