Irman Gusman
Irman Gusman kenakan rompi tahanan saat keluar dari gedung KPK. [foto : merdeka]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Rp 100 juta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irman Gusman akan diberhentikan sebagai Ketua DPD RI melalui mekanisme musyawarah Badan Kehormatan DPD RI.

Hal ini pun disampaikan anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika. Senator asal Bali tersebut menjelaskan jika pemberhentian tersebut memang terkait penetapan tersangka terhadap Irman.

“Prosesnya adalah pemberhentian dulu Irman Gusman sebagai ketua karena berstatus tersangka lewat mekanisme Badan Kehormatan,” kata Gede Pasek kepada wartawan, Senin (19/9/2016).

Setelah proses rekomendasi pemberhentian dari Dewan Kehormatan hingga diterbitkannya surat pemberhentian, maka proses selanjutnya adalah sidang paripurna yang akan dilakukan untuk menunjuk Ketua Umum pengganti Irman Gusman.

Diketahui, Irman Gusman ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK, Jumat (16/9/2016) malam. Penangkapan dilakukan di rumah dinas Irman Gusman di kawasan Jalan Denpasar Raya, Jakarta.

Dalam OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan Irman Gusman dan tiga orang lainnya, berserta dengan uang senilai Rp 100 juta yang sempat disimpan di dalam kamarnya. Dan pada pukul 00.30 WIB, hasil tangkapan langsung digelandang tim penyidik ke gedung Antirasuah di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sementara itu, menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya mengatakan, bahwa uang Rp 100 juta yang diterima Irman adalah uang suap proyek kuota gula impor Bulog pada perusahaan CV SB.

“Pemberian pada IG diduga terkait kuota gula impor yang dilakukan Bulog pada CV SB untuk 2016,” kata Agus. [rel]