Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua umum Serikat pekerja Kimia, Energi, Pertambangan dan Umum (FSP-KEP), Sunandar, menginstruksikan kepada seluruh jajaran FSPKEP se-Indonesia mulai tingkat perusahaan, Kota/Kabupaten, propinsi hingga tingkat nasional, untuk mengalang aksi solidaritas kepada kedua pengurus PUK SPKEP PT. Mandom Indonesia yakni Irfanudin dan Pepen, yang ditangkap dan masih di tahan di Mapolresta Kabupaten Bekasi.

“Bila memang pihak manajemen PT. Mandom Indonesia , tidak mau mencabut tuntutannya di Polres Kabupaten Bekasi, kami intruksikan kepada seluruh jajaran FSPKEP se-Indonesia, untuk menggalang aski solidaritas terhadap kedua aktivis buruh tersebut. FSPKEP Indonesia, tunjukan semangatmu untuk saudaramu, satu tersakiti kita semua harus merasa sakit. Ini ujian kita untuk lebih bersatu, lebih kuat. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, Bismillah Tawakaltu ‘Alallah,” kata Sunandar, Rabu (19/4/2017).

Rencananya, hari ini, Rabu 19 April 2017 Ketua umum FSPKEP, Sunandar dan jajarannya akan mendatangi PT. Mandom Indonesia untuk bertemu dengan Manajemen PT. Mandom Indonesia, meminta mencabut laporanya di Polres Kabupaten Bekasi. Pasalnya, beberapa kali PUK SPKEP PT. Mandom Indonesia berunding meminta perusahaan agar segera melakukan pencabutan perkara, tapi perusahaan tidak bergeming.

Hal itu, kata Sunandar, membuat oragnisasi wajib turun tangan langsung. Apabila hari ini masih tidak bergeming, pihaknya akan hadapi baik secara hukum maupun secara pergerakan. Pihaknya juga memohon kepada keluarga besar FSPKEP Bekasi agar memberikan motivasi kepada keluarga Pepen dan Irfanudin.

Sementara itu, secara terpisah Sekretaris DPC FSPKEP Bekasi, Helmizan Sakrani menyatakan bahwa, akan mengkonsolidasikan buruh se-Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Bersatu (B3), untuk melakukan aksi di PT. Mandom Indonesia, terkait Kriminalisasi kedua motor penggerak perjuangan buruh di PT. Mandom ini.

“Dan apabila sampai 1 Mei 2017, tidak ada itikad baik dari manajemen PT. Mandom Indonesia , maka FSPKEP akan mengadakan aksi besar–besaran di Kedutaan besar Jepang di Jakarta,” tegas Helmizan Sakrani.

Ketua DPD FSP KEP Jawa Barat, Marmin, tidak mendukung adanya tindakan kriminal. Akan tetapi, pihaknya menjunjung tinggi hubungan harmonis antara buruh dengan manajemen. “Kita tidak mendukung prilaku kriminal, tetapi kita menjunjung tinggi hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan, menyelesaikan masalah mengedepankan musyawarah,” ujar Marmin.

Perlu diketahui bahwa, Irfanudin dan Pepen sejak Kamis, 13 April 2017 lalu sampai berita ini dibuat masih di tahan di Mapolresta Kabupaten Bekasi. Keduanya dilaporkan Manajemen PT. Mandom Indonesia atas tuduhan pengeluaran barang perusahaan tanpa ijin. (Kholid).