Beranda News Nasional Ini Klarifikasi OKP Cipayung Plus Dituduh Dapat Duit BIN dan Dukung Jokowi-Maruf

Ini Klarifikasi OKP Cipayung Plus Dituduh Dapat Duit BIN dan Dukung Jokowi-Maruf

WIB
429 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
rembug nasional cipayung plus
Para Ketum Cipayung Plus bacakan hasil rekomendasi Rembug Nasional. [foto : Redaksikota.com]

JAKARTA, Redaksikota.com – Baru-baru ini netizen sedang dihebohkan dengan tudingan bahwa organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung Plus mendapatkan donasi dari lembaga intelijen di Indonesia agar tidak memberikan kritikan kepada pemerintah dan mendukung Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019 dengan membentuk sebuah ormas atau relawan.

Mendapati tudingan itu, para pimpinan OKP Cipayung Plus pun membantahnya dengan tegas.

“Para Ketua Umum OKP Cipayung Plus sangat kaget mendengar isu tersebut, sehingga mengharuskan Cipayung Plus angkat bicara,” kata mereka dalam siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (18/11/2018).

Mereka menyatakan bahwa apa yang diisukan adalah sebuah fitnah yang keji kepada mereka. Apalagi saat ini OKP Cipayung Plus sedang gencar menguapayakan agar Pemilu 2019 dapat berjalan dengan lancar dan damai.

“Cipayung Plus menilai tuduhan tersebut adalah hoax dan fitnah yang sangat keji. Di tengah-tengah kesibukan organisasi malah dituduh menerima uang dari BIN yang sama sekali jelas-jelas tidak dilakukan,” tegas mereka.

OKP Cipayung Plus yang terdiri dari PB HMI, DPP IMM, PB PMII, DPP GMNI. PP PMKRI, KMHDI, PP GMKI, HIKMAHBUDHI tersebut justru menuding balik siapapun yang menyebarkan fitnah itu adalah orang yang tak ingin Pemilu di Indonesia aman dan damai. Bahkan lebih dari itu, mereka menduga ada upaya untuk membuat Mahasiswa menjadi terkotak-kotak.

“Oknum yang menyebarkan fitnah ini dinilai ingin mengkotak-kotakkan mahasiswa. Ingin membuat situasi bangsa menjadi panas menjelang momentum politik,” pungkasnya.

Karena tudingan tersebut sangat merugikan nama baik seluruh organisasi yang ada di belakang nama besar OKP Cipayung Plus tersebut, mereka pun menuntut agar yang menyebarkan berita tersebut dapat mengklarifikasi dan meminta maaf.

“Meminta kepada oknum penyebar fitnah dan hoax tersebut melakukan klarifikasi atas pernyataan yang disebar bahwa berita tersebut tidak benar,” tuntutnya.

Mereka juga meminta oknum yang menyebarkan berita bohong tersebut dapat menyampaikan permohonan maafnya itu melalui media massa. Namun jika tidak diindahkan, mereka mengancam akan membawanya ke jalur hukum.

“Meminta penyebar hoax meminta maaf di media, jika tidak dilakukan maka kami akan melakukan proses hukum ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Lebih lanjut, OKP Cipayung Plus juga kembali menegaskan bahwa dalam urusan Pemilu baik di Pileg maupun Pilpres, mereka tidak ada urusan dalam kaitannya dukung mendukung calon tertentu. Apalagi sampai dituduh membuat organisasi relawan seperti yang dikabarkan itu.

“Kami tidak ada keterikatan dan terlibat dalam pembuatan relawan, baik yang bernama Madani atau pun relawan dengan nama-nama yang lain,” jelasnya.

Terakhir, mereka pun memberikan catatan kepada siapapun yang bertarung dalam Pemilu nanti agar dapat mengedepankan rasa kebersamaan dan kebangsaa, serta saling menjaga suasana agar tetap tenang dan demokratis

“Mengajak kepada capres dan cawapres, tim sukses dan seluruh elit bangsa untuk menjaga susana yang tenang dalam mengahadapi proses demokrasi ini dengan berlomba-lomba menawarkan program dan gagasan sebagai solusi permasalahan bangsa serta menghindari politik adu domba fitnah dll,” tutup mereka. (***)