Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyatakan secara pribadi dirinya sangat mendukung upaya kepolisian untuk menangani kasus penyebaran video hoax, dimana tampak ratusan Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa dan chaos di depan Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh kepolisian sudah sangat tepat demi menegakkan supremasi hukum.

“Perlu kami garisbawahi bahwa kepolisian memang punya tugas membangun budaya tertib hukum dan juga penegakan hukum itu sendiri. Terkait dengan simbol-simbol negara siapapun presidennya, dimanapun negaranya, maka itu wajib kita jaga bersama,” kata Hasto di Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

“Kami berikan dukungan terhadap langkah polri dalam menegakkan hukum tersebut,” tetasnya.

Hasto juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki budaya ketimuran yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Saling menghormati dan saling toleransi menjadi hal yang penting dalam menjaga budaya positif itu.

“Apapun, kita punya komitmen bahwa kita ini bangsa timur, punya tradisi yang sangat baik dalam setiap bahasa, etnis, kita bisa melihat tradisi hidup yang mengajarkan toleransi, budi pekerti. Hal itu yang dijalankan polri,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa polisi telah mengamankan seorang anggota FPI berinisial SAA. Dalam video yang disebarkan SAA disebutnya adalah aksi Mahasiswa yang ditujukan kepada pemerintahan Joko Widodo.

Padahal menurut polisi, video yang disebarkan tersebut hanyalah sebuah simulasi pengamanan gedung MK menjelang Pemilu 2019. Sayangnya, SAA tetap menyebarkan video itu dengan caption seolah-olah ada demo rusuh di MK agar yang lain ikut berunjuk rasa.

“Ya sudah tahu kalau itu simulasi. Maksudnya dengan adanya simulasi itu, oleh tersangka dibuat seolah-olah nyata agar yang lain ikut turun unjuk rasa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Senin (17/9).

Argo mengatakan SAA mengajak warga menyebarkan video tersebut lewat media sosial. Dia ingin informasi tersebut tersebar luas.

“Alasan menyebar hoax, ingin menyampaikan berita dan bagi info untuk ajak agar berita viral dan tersebar melalui online bahwa mahasiswa Jakarta sudah turun ke jalan untuk melaksanakan demo dengan tuntutan menurunkan presiden,” imbuh Argo.

Pernyataan Argo ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan Ketua Bantuan Hukum FPI DKI jakarta Mirza Zulkarnaen. Mirza menyebut SAA hanya ingin menyampaikan informasi yang seimbang tapi lalai dan tidak mengecek kembali informasi yang diterima.

“Sebenarnya buat penyeimbang berita doang. Itu penyeimbang berita biar misalnya kalau di TV nggak diliput, di media nggak diliput, setidaknya masyarakat bisa lihat di Facebook,” ujar Mirza.

(red/rel)