Johnny G Plate
Sekretarias Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem), Johnny G Plate mengaku cukup kaget dengan statemen Prabowo Subianto yang notabane sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, mengomentari bantuan logistik pemerintah Indonesia kepada etnis Rohingya di Bangladesh sebagai pencitraan semata dari pemerintahan Jokowi-JK.

Menurut Johnny, justru statemen Prabowo tersebut menunjukkan dia sendiri yang hanya umbar pencitraan di tengah-tengah konflik etnis Rohingya tersebut.

“Siapa yang pencitraan? Presiden Jokowi pencitraan? Justru Presiden Jokowi melaksanakan amanat konstitusi. Yang memberikan komentar justru bercitra memainkan rakyat Rohingya,” kata Johnny, Senin (18/9/2017).

Johnny pun mengingatkan agar bos Fadli Zon tersebut untuk tidak malah mengambil kesempatan di balik kegaduhan kemanusiaan internasional tersebut demi kepentingan politik pribadinya. Apalagi nama Prabowo terus senter terdengar akan kembali maju dalam bursa Pilpres 2019 mendatang.

“Kami imbau, jangan memainkan citra politik menggunakan penderitaan Rohingya sebagai alat,” tukasnya.

Baca juga: Blundernya Prabowo Subianto di Acara Peduli Rohinya

Bahkan menurut Johnny, apa yang dilakukan pemerintah Indonesia yang mengirimkan bantuan kepada etnis Rohingnya yang mencari suaka ke Bangladesh tersebut adalah bentuk implementasi dari amanah konstitusi.

“Presiden (Jokowi) sudah melaksanakan sesuai amanat,” pungkasnya.

Diketahui, adalam agenda Aksi 169 yang dimotori oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menganggap bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk warga etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah bentuk pencitraan Presiden Joko Widodo.

“Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional,” kata Prabowo di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

Padahal menurut Prabowo, langkah yang bisa dilakukan Pemerintah untuk membantu Rohingya adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin,” tambah dia.