Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Tigor Hutapea menuliskan status yang keras kepada para demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa dan merusak kantornya, Senin (18/9/2017) dini hari tadi.

Melalui akun sosial medianya, Tigor justru membuka tangan kepada orang-orang yang merusak kantornya untuk meminta bantuan hukum kepada LBH Jakarta jika mendapatkan peralakuan tidak baik dari pihak lain.

“Kalian yg tadi malam kepung LBH Jakarta / YLBHI apabila kedepan di PHK, digusur, dilanggar hak pendidikan, kesehatan atau mendapat perlakuan tidak adil lainnya silahkan datang kembali ke LBH Jakarta / YLBHI utk mendapatkan bantuan hukum,” tulis Tigor di akun Instagramnya, @tigorhutapea26, Senin (18/9/2017).

Diketahui, ratusan massa aksi dari tiga ormas yakni Front Pembela Islam (FPI), Bamus Betawi dan Laskar Merah Putih (LMP) menggeruduk kantor LBH Jakarta di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Kedatangan mereka tersebut untuk menyeret para panitia kegiatan Seminar Sejarah 65 dan Asik Asik Aksi yang digelar oleh Forum 65 dan LBH Jakarta.

Massa menduga kuat dalam kegiatan tersebut, ada paham PKI yang coba dihidupkan kembali. Meyakini jika ada agenda Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut di dalam gedung LBH Jakarta, massa yang panas dan penuh amarah itu pun mencoba memaksakan diri masuk ke dalam gedung LBHI tersebut. Namun sayangnya, upaya mereka dilarang oleh aparat Kepolisian dan TNI.

Tak ingin langsung membubarkan diri, massa pun mengamuk dan melempari aparat dan kantor LBH Jakarta dengan batu dan potongan batako. Sontak kondisi ini membuat aparat bertindak tegas dan membubarkan paksa massa aksi dengan semprotan watercanon dan tembakan gas air mata.

Terkait dengan kerusuhan yang dilakukan oleh ormas tersebut, kini polisi mengamankan sebanyak 22 orang yang dianggap sebagai provokator.

“Ada 22 orang yang kami amankan, Sekarang masih menjalani pemeriksaan di Polres Jakpus,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono hari ini.