Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. [net]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nugroho menyebarkan informasi tentang adanya postingan hoax terkait dengan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui akun Twitternya, ia memposting informasi hoax yang menuding BNPB menahan bantuan masyarakat untuk korban gempa Lombok yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia.

Postingan yang dirilis oleh netizen bernama Luthfi Abu Musa tersebut menuding penahanan barang bantuan mereka yang diklaim be.rnilai miliyaran rupiah itu untuk kepentingan okbum BNPB

“Ini adalah hoax dan fitnah. Tidak ada bantuan dari masyarakat yang dikirimkan melalui PT Pos Indonesia untuk korban gempa Lombok tidak ada yang diklaim sebagai bantuan BPBD. Apalagi mau dijual untuk kepentingan sendiri. Atau digunakan sebagai bantuan Presiden. Bohong semua itu,” kata Sutopo melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Jumat (17/8/2018).

Tidak hanya fitnah dari Luthfi saja, Sutopo juga merilis berita bohong juga terkait dengan tudingan para korban gempa di Lombok diberikan makanan ternak lantaran pemerintah daerah tidak memberikan bantuan.

Bahkan lebih kejinya lagi, video yang disebut Sutopo sebagai hasil rekayasa suara alias dubbing tersebut juga menyebutkan ada logo Jokowi-Maruf di kemasan makanan ternak itu.

“Video ini HOAX yang diunggah di https://www.facebook.com/100016626527330/videos/315241202373428/ … Tidak benar pengungsi gempa Lombok makan makanan ternak karena Pemerintah tidak memberi bantuan. Apalagi diberikan relawan Pak Jokowi. Babinsa TNI telah mengecek ke lokasi. Video ini dubbing dan direkayasa. #LombokBangkit,” kicau Sutopo lagi hari ini, Sabtu (18/8/2018).

Kemudian, Sutopo juga merilis adanya informasi hoax yang disebarkan oleh “Indonesia News” melalui akun Facebook, dengan menuliskan bahwa ada sebuah pengakuan dari anggota TNI yang menyebutkan bantuan pemerintah untuk korban gempa di Lombok hanya demi pencitraan semata.

“Ini Hoax. Tidak benar bantuan hanya dijadikan ajang pencitraan. Semua bantuan disalurkan untuk kemanusiaan. Korban gempa Lombok memerlukan banyak bantuan. Mohon jangan menambah duka dan derita masyarakat Lombok dengan Hoax dan fitnah begini. Jangan sebarkan hoax. #LombokBangkit,” tulisnya.

Terakhir, Sutopo juga merilis adanya informasi hoax yang diposting oleh pengguna Facebook bernama Romi, yang menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo harus mempertanggungjawabkan peristiwa penahanan bantuan korban lombok, lengkap dengan hastag #2019Wajib_Ganti_Presiden.

“Ini Hoax juga. Tidak ada bantuan yang ditahan. Foto ini adalah bantuan masyarakat yang dikirim via PT Pos Indonesia. Barang-barang harus disortir karena banyak masyarakat yang mengirimkan bantuan ke alamat pribadi. Harusnya semua bantuan ditujukan ke Posko Bencana Alam Lombok,” papar Sutopo.

Lebih lanjut, Sutopo pun memberikan penekanan bahwa sebaiknya nuansa duka yang dialami oleh masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak jadi proyek kepentingan politik yang justru rentan terjadinya perpecahan.

“Harusnya saat ada bencana, semua bersatu. Singkirkan perbedaan ideologi, politik, agama, dan lainnya untuk membantu korban bencana. Bencana itu urusan kemanusiaan. Masyarakat Lombok memerlukan bantuan kita semua. Jangan menyebarkan hoax. Jangan ada perpecahan diantara kita,” tegasnya.

(ibn/red)