Beranda Life Style Kesehatan Vaksin Palsu Bukan Kebutulan, Tapi Assymetrycal War

Vaksin Palsu Bukan Kebutulan, Tapi Assymetrycal War

Apakah issue vaksin palsu itu hanya kebetulan ? Bukan, itu adalah assymetrycal war.

166 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Maraknya kasus vaksin palsu yang saat ini sedang menggaung di media online tanah air membuat banyak publik geram. Apalagi bagi mereka yang terlanjut memvaksin anak-anak kesayangan mereka di rumah sakit atau klinik maupun bidan yang menggunakan vaksin palsu tersebut.

Dalam sebuah postingan di Facebook oleh Novi Arifiani, ia menyampaikan buah pemikiran dari mantan Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Siti Fadilah Supari. Melalui postingan tersebut, Siti Fadilah ingin mengingatkan kepada publik bahwa ada proyek terselubung dalam kasus vaksin palsu tersebut, yakni perang asimetris (assymetrycal war).

“Apakah issue vaksin palsu itu hanya kebetulan ? Bukan, itu adalah assymetrycal war,” tulisnya mengawai.

Selanjutnya masih dalam postingan tersebut dijelaskan pandangan bahwa pola tersebut terjadi lantaran pembiaran kapitalis global dan pasar bebas masuk seenaknya di Indonesia.

“Karena kita semua terlena membiarkan kapitalis global dengan mekanisme pasar bebasnya merangsek ke segala sudut hak-hak dasar kehidupan bangsa,” terangnya.

Pandangan yang lebih kompleksnya adalah propaganda agar publik tidak percaya dengan produk vaksin lokal yang resmi. Dengan sempat bertebarannya vaksin palsu bahkan hingga ke Rumah Sakit besar saja, maka publik akan lebih memilih produk impor yang kualitasnya bisa terjamin. Dan inilah yang cukup dikhawatirkan olehnya.

“Sebentar lagi akan ada jargon ‘makanya belilah vaksin import’. Inilah kelengahan kita sebagai bangsa kenapa mendiamkan kapitalisme global dengan mekanime pasar bebasnya dianut dalam politik ekonomi kita secara menyeluruh,” ungkapnya.

Siti Fadilah mengingatkan agar dunia kesehatan tidak diikut sertakkan dalam mekanisme pasar bebas yang dianggapnya sangat membahayakan. Hal ini lantaran dunia kesehatan bersentuhan langsung dengan pertaruhan nyawa manusia.

“Menangislah berteriaklah tapi sudah tidak ada gunanya, kecuali kita hadapi untuk anak cucu kita kembalilah kita kepada panduan kita pancasila dan “UUD 45 asli” untuk mengatur negara ini,” tukasnya.

Lebih lanjut, Siti pun menyentil langsung Menteri Kesehatan saat ini yang tidak berupaya melihat kebutuhan rakyatnya, melainkan hanya manggut-manggut pada peraturan Internasional yang justru akan memposisikan rakyat sebagai korban perang asimetris.

“Menteri yg hanya menurut peraturan-peraturan internasional tanpa melihat kebutuhan rakyatnya sesuai preambule UUD 45 Asli, hanya akan memposisikan rakyatnya sebagai korban assymetrical war yang sekarang sudah mulai,” tutupnya.

Postingan yang diunggah oleh Novi pada hari Sabtu (16/7/2016) tersebut sudah mulai mendapatkan tanggapan dari netizen. Bahkan postingan tersebut juga berada langsung di wall Facebook milik mantan Menkes Siti Fadilah Supari. (mib)