Beranda News Nasional Ketum GPII Sentil Manufer Politik Bambang Widjojanto

Ketum GPII Sentil Manufer Politik Bambang Widjojanto

WIB
237 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

Redaksikota.com – Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni mengingatkan kepada Bambang Widjojanto agar tidak bermanufer secara politis dalam menyikapi persoalan hukum.

Hal ini dikatakan Ikoni bahwa Bambang Widjojanto (BW) adalah eks komisioner KPK, seharusnya bisa memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat.

“Kalau memang info yang diyakini BW benar, maka ia harus gali lagi informasi dan buktinya kemudian disampaikan kepada penegak hukum, bukan justru berkoar-koar di publik seperti itu,” kata Ikoni dalam diskusi publik yang digelarnya di Menteng Raya 58, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Apalagi saat ini meskipun BW sedang berada di wilayah birokrasi bersama dengan Anies Rasyid Baswedan di Balaikota DKI Jakarta, publik pun tahu bahwa ada deponering yang diberikan kepada eks Ketua KPK tersebut untuk mengindarkan persoalan lebih besar demi kepentingan umum dalam kasus yang menyeretnya. Namun sangat disayangkan, justru kini BW membuat kegaduhan dengan polemik hukum abu-abu seperti saat ini.

“Kasus BW kemarin dideponering Kejaksaan demi persoalan ribut-ribu berhenti karena ada persoalan besar yakni kepentingan umum. Tapi hari ini ketika beliau angkat kasus yang berbeda dan fakta hukumnya masih sumir, kemudian geger masyarakat. Sampai GPII keluarkan rilis agar masyarakat memfilter informasi berkaitan politik dan minta pak Tito fokus pada kinerjanya saja,” terangnya.

Kemudian ia juga menyoroti sikap BW yang sama sekali tidak mencerminkan sebagai pegiat hukum yang baik.

“Di kepolisian atau kejaksaan, untuk menetapkan orang menjadi tersangka harus ada minimal 2 alat bukti awal. Kalau bukti hanya catatan tentu ini bukan informasi yang perlu dipercayai begitu saja,” tegasnya.

Sekali lagi, Ikoni mengingatkan kepada BW dan siapapun para elite di Indonesia agar tidak mudah mengeluarkan statemen yang berimplikasi hukum namun pembuktiannya sulit dicapai. Termasuk tidak mengeluarkan statemen yang hanya membuat publik gaduh saja.

“BW harus lakukan langkah hukum bukan langkah politik. Silahkan bukti bawa ke KPK dan kepolisian dan kawal bersama dengan teman-teman aktivis,” tutupnya.

(red)