Beranda News Nasional Pakar Sosmed Sebut Hoax Paling Laku Jika Angkat Kasus Agama

Pakar Sosmed Sebut Hoax Paling Laku Jika Angkat Kasus Agama

WIB
154 views
| Estimasi Baca: 1 menit
nukman luhtfi
Pakar sosial media, Nukman Luthfi. [foto : Redaksikota.com]

Redaksikota.com – Pakar media sosial, Nukman Luthfi mengatakan bahwa hoax paling mudah tersebar ketika mengangkat isu fundamentalis seperti agama.

“Hoax yang paling gampang disentuh adalah kasus Agama,” kata Nukman dalam diskusi publik bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Bahkan ia pun mencontohkan, beberapa waktu sebelum kasus kebohongan Ratna Sarumpaet menggemparkan publik ternyata ada hoax yang sejenis, yakni diisukan seorang ustadzah babak belur usai mengisi sebuah kegiatan ceramah. Ternyata belakangan justru diketahui bahwa isu itu hanya hoax dan luka lebam-lebam di foto seorang wanita hanya hasil makeup artis saja.

“Sebelum kasus Ratna muncul ada isu hoax yang sangat luar biasa. Kabarnya ada ustadzah Bekasi yang digebukin di luar negeri sampai (gambar) fotonya lebam-lebam, pas dicek ternyata itu hanya makeup artist dari Malaysia yang masuk dan dicomot dan diviralkan, makanya itu jadi hoax,” terangnya.

“Masalahnya meskipun sudah dibantah bahwa itu hoax, penyebarannya ternyata tak berhenti,” imbuh Nukman.

Ia menegaskan bahwa hoax sangat berbahaya bagi kehidupan sosial masyarakat. Apalagi jika hoax tersebut justru sampai merasuk ke kepala para pengajar di Indonesia, tentunya implikasi yang muncul adalah pengaruh negatif tersebut bisa ditularkannya ke anak-anak didik mereka.

“Hoax itu bahaya baik itu di kubu cebong maupun kampret. Bahkan ketika masuk ke guru-guru maka akan bahaya kepada anak didik,” tuturnya.