Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri mengaku sangat mengapresiasi percepatan pembangunan yang dilakukan di masa kepemimpinan Joko Widodo. Apalagi dipadukan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang satu irama dengan pemerintahan saat ini.

“Ya ini kan berarti kalau dalam pemerintahan Pak Jokowi memang dalam infrastrukturnya banyak yang dilakukan, antara lain ya ini Simpang Susun Semanggi ini,” kata Megawati di Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2017).

Bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengaku saat dirinya menjadi Presiden, persoalan kemacetan memang menjadi momok tersendiri bagi masyarakat ibukota DKI Jakarta. Ia juga mengaku jika proyek peninggalan ayahnya yakni Ir Soekarno sudah penuh untuk menampung kendaraan yang melintasi wilayah Semanggi itu.

“Ketika saya masih Presiden itu, saya sudah melihat tidak memungkinkan Semanggi ini yang dibuat oleh Soekarno menampung kendaraan, sehingga kan kemacetan itu pasti akan semakin terjadi,” pungkasnya.

Pujian untuk pembangunan Simpang Susun Semanggi ini juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kinerja pemerintahan DKI Jakarta saat ini. Baik itu kepada Djarot sebagai Gubernur maupun Ahok.

“Sangat menghargai sekali kerja Gubernur sekarang maupun Gubernur sebelumnya. Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan Simpang Susun Semanggi yang cepat sekali, (hanya) satu tahun (selesai),” kata Jokowi yang didampingi oleh Djarot dan dua menterinya, yakni Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi pun memberikan apresiasi terhadap penyelesaian proyek Simpang Susun Semanggi itu. Menurutnya, simpang susun yang digarap sejak era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama dengan Djarot Saiful Hidayat tersebut bisa mengurai kemacetan di kawasan Semanggi hingga 20-30%.

“lni memperlancar. Di kawasan simpang susun ini yang katakanlah tingkat kemacetannya tinggi. Dengan adanya tambahan ini, akan ada pengurangan kemacetan 20-30%,”

Budi menyebut pembangunan ini merupakan inisiasi yang baik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, Pemda mendapatkan dana di luar APBD dan dibangun hanya dalam waktu satu tahun.

“Saya pikir, seperti yang pak presiden sampaikan. Ini merupakan inisiasi yang baik dari Pemda untuk dapatkan dana di luar APBD dan dilakukan dengan cepat,” kata Budi.

Ia juga memuji desain Simpang Susun Semanggi. Menurutnya bangunan tersebut ada unsur estetika dan memberikan manfaat untuk transportasi.

“Secara penampilan baik sekali. Artinya secara estetika cantik dan secara fungsional memberi manfaat untuk transportasi Jakarta,” imbuhnya.

Budi juga mengatakan model jalan bersusun seperti Simpang Susun Semanggi ini memungkinkan untuk di bangun di luar kota. Menurutnya harus ada format yang efektif dan efisien untuk mengurangi kemacetan.

“Mungkin (dibangun di kota lain). Jadi memang Ada beberapa format. Format itu Tentang prasarana. Prasarana itu dibuat bagaimana yang efisien efektif, baru nanti sarana,” ucap Budi.

Hari ini adalah peresmian Simpang Susun Semanggi, yang dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia ke 7, Joko Widodo.

Sebelumnya, Simpang Susun Semanggi pernah diuji coba pada 28 Juli 2017. Saat itu mobil dinas Djarot menjadi mobil pertama yang mencoba Simpang susun Semanggi.

Djarot kembali meninjau Simpang Susun Semanggi pada Selasa (15/8) kemarin. Didampingi Kepala Dishub DKI Andri Yansyah, keduanya membahas kesiapan proyek yang dibangun atas dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada senilai Rp 579 miliar.

Namun, pembangunan ini hanya menghabiskan dana sebesar Rp360 miliar. Pemprov DKI akan menggunakan sisa dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Simpang Susun Semanggi sempat ramai diperbincangkan saat politikus Habiburokhman berkicau pada Rabu (2/8) tentang pengalamannya mencoba melintas. Dia tersesat dan menyebut simpang susun itu kampungan. Kini, sebentar lagi masyarakat dapat menggunakan Simpang Susun Semanggi.