Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jika negara tidak anti terhadap Islam, termasuk juga mempersilahkan seluruh umat Islam untuk berdakwah, namun ia mengatakan harus ada koridor yang perlu dipatuhi bersama, yakni tidak menyinggung dasar-dasar negara.

“Dalam dialog itu, tentu ada hal-hal pokok yang saya sampaikan. Intinya, silakan berdakwah. Asal tidak menyentuh sendi-sendi berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila,” ujarnya di gedung Stovia, Jalan Abdul Rachman Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Menteri jebolan PPP ini juga mengingatkan bahwa kekuatan bangsa Indonesia ada di Persatuan dan Kesatuan. Jika kekuatan ini dikoyak, tentu negara bisa runtuh.

Namun siapapun yang memaksa untuk menyinggung dasar negara yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, Menteri Lukman pun mengingatkan akan ada sikap yang keras dari negara demi menyelamatkan keutuhannya.

“Jangan ganggu NKRI dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Karena inilah yang merekatkan kita. Kalau sudah menyentuh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, pasti akan menghadapi resistensi yang luar biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menteri Lukman mengingatkan mengapa negara maupun pihak-pihak yang cinta terhadap Pancasila dan NKRI marah besar dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ini bukan masalah dakwah islamnya yang dipersoalkan, melainkan tujuan utama dari ormas tersebut yang ingin menegakkan Khilafah, apalagi jelas sistem Khilafah sangat bertentangan dengan sistem Pancasila saat ini.

“Nah saya mengatakan khilafah itu adalah sebuah konsep politik. Karena itu tidak hanya mengubah pemerintahan. Tidak hanya mengubah sistem pemerintahan,” tukas Menteri Lukman.