Beranda News Nasional Pengasuh Ponpes Babakan Kecam Keras Hoax yang Serang Jokowi-Makruf

Pengasuh Ponpes Babakan Kecam Keras Hoax yang Serang Jokowi-Makruf

129 views
Pengasuh Pondok Pesantren Mu'allimin Babakan, KH. Zamzami Amin. [foto : Istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Pertarungan Pilpres 2019 yang diikuti oleh dua paslon yakni Joko Widodo-Makruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diwarnai dengan berbagai informasi bohong alias hoax yang menyerang pribadi paslon. Tak hanya di dunia maya, hoax pun menyasar masuk hingga ke rumah-rumah warga.

Belakangan ini, misalnya, paslon 01 diisukan akan melarang adzan dan menghapus pelajaran pendidikan agama di sekolah jika terpilih memimpin Indonesia ke depan. Bahkan, yang tak kalah hebohnya adalah munculnya nama Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta, yang disebut-sebut akan menggantikan posisi Makruf Amin jika menang Pilpres mendapingi Jokowi.

Terkait hal itu, pengasuh Pondok Pesantren Mu’allimin Babakan, KH. Zamzami Amin, meminta masyarakat agar tidak menelan secara mentah-mentah setiap informasi yang beredar. Ia meminta santrinya agar cerdas memilih dan memilah informasi.

Menurut Kyai Zam Zami, isu Ahok akan menggantikan posisi Makruf Amin jika menang sangat tidak masuk akal. Sebab, banyak sekali tokoh-tokoh politik dari parpol koalisi pendukung Jokowi yang masuk bursa cawapres tapi justru Makruf Amin yang dipilih Jokowi. Ia mengutuk keras berbagai isu hoax dan fitnah yang dialamatkan ke Jokowi.

“Golkar saja yang punya calon, Airlangga tidak bisa masuk, Cak Imin (Ketum PKB) tidak bisa masuk, kok ujuk-ujuk Ahok bisa masuk? Ini berita sangat bohong sekali,” tegas KH. Zam Zami Amin dalam Tausiyah Kebangsaan dengan tema, “Dari Pesantren untuk Pemilu Damai 2019: Menolak Hoax, Ujaran Kebencian, Adu Domba, dan Radikalisme” yang diselenggarakan Persatuan Seluruh Pesantren Babakan (PSPB) di Madrasah Al-Hikamus Salafiyah (MHS), Babakan, Ciwaringin, Cirebon Jawa Barat, Jumat (15/3/2019).

Begitu juga dengan isu larangan pendidikan agama. Menurut Khatib ‘Aam PBNU itu, isu tersebut mustahil karena tidak mungkin Makruf Amin yang merupakan seorang ulama justru akan menghapus pendidikan agama jika terpilih nanti.

“Ada lagi, katanya kalu nomor satu menang, pendidikan agama akan dihapuskan, ini bagaimana kok orang yang calonnya kiyai masa mau menghapus pendidikan agama. Ini bohong besar,” katanya.

Yang lebih tidak masuk akal lagi, lanjut Kyai Zam Zami, adalah isu larangan adzan. Indonesia dengan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak akan ada yang berani melarang adzan.

“Indonesia negara Islam terbesar di dunia, bukan hanya di Indonesia. Adzan dilarang tidak rasional. Otaknya ditaro di mana. Berarti Otaknya otak udang itu,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada para santrinya agar cerdas memilih calon pemimpin. Menurutnya, paslon 01 Jokowi-Makruf adalah sosok yang cocok memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

“Satu lebih hebat, lebih unggul. Nomor satu adalah bibit unggul,” ujarnya.