Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium Alumni 212 (PA212) Ustadz Hasri Harahap menegaskan bahwa tidak ada komunikasi secara pasti terkait dengan kepulangan Habib Rizieq yang sempat digembor-gemborkan oleh Persaudaraan Alumni 212 yang dipimpin oleh Ustadz Slamet Maarif itu.

Bahkan ia mengatakan kegaduhan terkait dengan kabar benar atau tidaknya Habib Rizieq tersebut hanya dibangung untuk kepentingan strategi perang narasi saja, yakni untuk mengukur kekuatan lawan terakit dengan isu yang berkembang semacam itu.

“Soal kenapa ini jadi semakin heboh karena bertepatan dengan 212 makanya teman-teman bikin semakin heboh. Kalau bisa kita bikin peta konflik ini sehingga semua bisa heboh,” kata Ustadz Hasri dalam keterangannya ketika ditemui di Roemah Rakyat, Tebet Timur Dalam, Jumat (16/2/2018).

Apalagi ia mengatakan ada kelompok lawan yang sengaja mempersiapkan kekuatan mereka untuk melakukan counter narasi terkait dengan kepulangan Habib Rizieq. Walaupun Ustadz Hasri tak menyebutkan nama-namanya, namun ia hanya mengatakan jika kelompok tersebut adalah kelompok anti Islam.

“Ada sebuah siasat atau perang tipu daya, kita dalam umat Islam ini kan sebenarnya sedang perang dengan orang-orang yang merupakan musuh Islam,” tegasnya.

Sementara terkait dengan kepulangan Habib Rizieq tanggal 21 Februari tersebut, ia mengatakan hal itu hanya lantaran ada momentum tanggal cantik saja.

“Kepulangan Habib 21 Februari itu hanya identik dengan angka 212,” terangnya.

Pun demikian, ia tetap menyerahkan seluruh keputusan terkait dengan kepulangannya kepada Habib Rizieq secara pribadi saja. Ia meyakini jika pulangnya Habib Rizieq adalah hak Habib sendiri.

Hanya saja secara hitungan strategi, Ustadz Hasri menganggap kepulangannya Habib Rizieq pada bulan-bulan ini hanya akan membuat posisi tawar Habib Rizieq tidak kuat. Ia menyarankan agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut pulang ke Indonesia nanti setelah Pilpres 2019 saja.

“Kami memang sangat rindu Habib, tapi soal pulangnya sekarang saya rasa momentumnya tidak pas, jelang Pilpres 2019 lebih utama. Tapi kalau pulang sekarang sia-sia perjuangan beliau. Jadi kurang tepat waktunya kalau Habib pulang saat ini,” tegasnya.