Pengurus PB SEMMI.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Setelah melakukan berbagai macam aksi demonstrasi didepan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, kali ini Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) akan menyuarakan aspirasinya didepan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Sabtu, 17 September 2018.

Tuntutan dari pada kelompok mahasiswa ini terkait pencabutan morotarium yang dilakukan oleh menteri Hanif Dhakiri secara sembunyi sembunyi, dan masalah menteri ketenagakerjaan tersebut terdaftar sebagai calon legislatif dari partai kebangkitan bangsa dipemilu 2019.

“Insya allah malam minggu kita akan menggelar aksi lilin didepan PKB dengan tuntutan yang sama, kami akan meminta kepada cak imin untuk menganti menteri ketenagakerjaan karena Hanif Dhakiri atau menganulir pencalegkannya karena terdaftar sebagai caleg dipartainya”Terang Chairullah Korlap Aksi Demonstrasi.

Chairullah Juga menjelaskan keputusan Hanif Dhakiri untuk melakukan percobaan pengiriman TKI ke timur tengah dengan tidak ada batas quota TKI merupakan tindakan yang melawan kemanusiaan, pasalnya morotarium TKI ke negara timur tengah untuk melindungi TKI itu sendiri.

“Uji coba selama 6 bulan dengan mengorbankan nyawa manusia merupakan tindak kejahatan yang tidak bisa dimaafkan, semoga dengan aksi lilin ini menteri Hanif Dhakiri bisa menghentikan tindakannya, dan kami juga menduga pak menteri menerima aliran uang atas keputusannya tersebut terlebih beliau sebagai calon legislatif,” tambah Chairullah.

Terakhir Chairullah memastikan bahwa PB SEMMI akan melakukan alsi kemanusiaan bertajuk 1000 lilin untuk TKI didepan PKB pada sabtu mendatang.

“Semoga besok rencana kami menggelar aksi lilin didepan partai berjalan baik, hal ini kami lakukan karena kami sayang dan peduli dengan PKB, mungkin pengurus dan ketua umum partai belum mengetahui hal ini maka dari itu besok kami datang ingin memberikan masukan karena PKB dikenal sebagai partai islam dan peduli akan kemanusiaan,” tutupnya.