Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Dosen Filsafat Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian meyakini motif reuni akbar yang akan digelar pada tanggal Desember 2018 nanti (Reuni Alumin 212), adalah untuk memberikan sumbangan elektoral terhadap oposisi Pemerintah. Namun, ia pesimis bahwa gerakan 212 dapat memberikan dampak elektoral yang signifikan seperti yang dipandangnya itu.

“Kalau di Pilgub (DKI) iya, ada electoral impact dari social movement,” ujarnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Institut Demokrasi Republikan (IDR) bertajuk “Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi” di Whiz Hotel Cikini, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

Donny lantas menyarankan agar gerakan 212 menjadi partai politik apabila merasa punya kekuatan dan kepercayaan diri dalam menggaet elektoral dari kalangan umat Islam. Hal itu agar gerakan 212 menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam percaturan politik Islam di Indonesia.

“Dari pada jadi kontributor elektoral dan pencipta isu dan galang opini hanya bisa dilihat saat Pemilu dan dibuang saat berkuasa, maka masuk saja parlemen,” ucap Donny.

Menurutnya, jika gerakan 212 menjadi partai dan lolos threshold maka demo-demo dapat berkurang. “Demonstrasi diganti argumentasi, tekanan publik diganti dengan diskusi persuasi. Mungkin perjuangannya bisa sama tapi sekarang lebih elegan dan mengikuti prosedur resmi demokrasi, patuhi rambu politik formal karena demo itu kuras energi dan logistik,” pungkasnya.