t
Beranda News Nasional Mahfud MD Minta KPK dan Polri Buru Setya Novanto Sampai Tertangkap

Mahfud MD Minta KPK dan Polri Buru Setya Novanto Sampai Tertangkap

WIB
275 views
| Estimasi Baca: 1 menit
Mahfud MD
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD memberikan kritikan keras kepada negara, agar tidak kalah dengan tersangka pelanggaran hukum berat yakni korupsi uang negara yang kini mencoba lolos lagi dari jeratan hukum, yakni Setya Novanto. Apalagi ketika akan dijemput oleh tim peyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novanto mendadak menghilang dan tak meninggalkan jejak.

Hilangnya Setya Novanto yang terjadi Rabu (15/11/2017) malam kemarin menunjukkan jika negara sedang kalah dengan Setya Novanto. Apalagi Mahfud MD menegaskan, upaya pelarian Novanto tersebut sudah masuk dalam ranah pelanggaran hukum juga.

“Bahwa Setya Novanto menghilang, itu adalah contoh buruk bagi penegakan hukum. Dan kalau ia selalu lolos berarti negara kalah dengan tersangka kriminal. Lari dari penegakan hukum itu sudah merupakan pelanggaran hukum juga,” kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (16/11/2017).

Menurut Mahfud, KPK bersama Brimob menggeruduk Rumah Setya Novanto pada Rabu (15/11/2017) malam, merupakan bukti bahwa kerjasama Polri dan KPK berjalan baik.

“Kalau Polri tak mau berkerja sama dgn KPK tentu upaya menjemput paksa dan menggeledah rumah Setya Novanto takkan bisa berlangsung. Di sini publik tahu bahwa Polri itu tak bisa diperalat oleh tersangka meskipun tersangka itu pejabat tinggi,” ujar dia.

Selama ini, lanjut Mahfud, seperti ada upaya membangun opini dari pihak-pihak tertentu bahwa Polri memback-up Setya Novanto. Ternyata Polri tetap profesional menegakkan hukum.

“KPK dan Polri harus terus memburu orang ini. Negara ini harus diselamatkan. Alasan-alasan hukum untuk melakukan penangkapan sudah cukup. Alasan-alasan Kuasa Hukum Setya Novanto juga sudah dikupas di area terbuka dan argumennya lemah. Sekarang tinggal buktikan di Pengadilan,” tutup Mahfud.