Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen menyindir Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang sampai menyebutkan fashion hijab ala Pegawa Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam peraturan menteri.

Bagi pria yang karib disapa Gus Nadir tersebut, justru poin aturan yang tidak seharusnya masuk dalam teks tersebut akan tidak menguntungkan pemerintahan saat ini.

“Kurang kerjaan ini Mendagri. Yg teknis beginian ngapain pakai diatur sih. Gak substantif, dan rawan digoreng,” kicau pria yang karib disapa Gus Nadir dalam akun twitternya @na_dirs, Jumat (14/12/2018).

Bahkan ia pun menilai jika aturan yang ditandatangani oleh Tjahjo Kumolo tertanggal 4 Desember 2018 tersebut adalah aturan yang tak masuk akal.

“Aturan gendeng ini,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Menteri Dalam Negeri telah telah mengeluarkan surat interuksi Nomor 325/10770/SJ Tahun 2018 kepada seluruh jajaran pegawai di lingkupnya. Salah satu isi interuksi tersebut adalah aturan berhijab dalam berpakaian dinas bagi ASN perempuan.

Dimana dalam interuksi tersebut, Menteri Tjahjo meminta agar seluruh ASN perempuan dalam ayat 3 poin (b), agar hijab tidak dibiarkan menggelambir ke bawah melainkan dimasukkan ke dalam kerah pakaian.

“Bagi yang menggunakan jilbabm agar jilbab dimasukkan ke dalam kerah pakaian dan sesuai warga pakaian dinas,” tulis dalam interuksi Menteri tersebut.

Meskipun demikian, surat interuksi tersebut dikabarkan sudah dicabut oleh Mendagri setelah menjadi polemik di kalangan masyarakat luas.

“Instruksi Mendagri ini, mulai hari ini (14/12) telah dicabut dan tidak berlaku lagi,” kata Sekretaris Jenderal Kemendagri (Sekjen Kemenddgari) Hadi Prabowo di gedung Kemendagri, Jakarta.