t
Beranda Headline Kantornya Besok Akan Digeruduk FPI, Kapolri Pastikan Tak Temui Pendemo

Kantornya Besok Akan Digeruduk FPI, Kapolri Pastikan Tak Temui Pendemo

FPI Demo Kapolri

WIB
337 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Rencananya, besok Senin (16/1/2017), kelompok dari ormas Front Pembela Islam (FPI) akan menggeruduk kantor Mabes Polri di kawasan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Kedatangan mereka tersebut bertujuan untuk mendesak agar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mencopot Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan terkait dengan kasus perselisihan antara LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan laskar FPI di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/1/2017) lalu.

Namun sayangnya, karena besok Kapolri ada agenda dengan TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, maka Pendemo tidak akan menemui Kapolri di kantornya itu. Hanya saja, jenderal bintang empat tersebut mengatakan akan ada perwakilan dirinya yang akan menemui massa jika diinginkan.

“Besok kami ada rapim TNI-Polri di Cilangkap, jadi besok tidak ada siapa-siapa di sana. Tapi nanti ada wakilnya,” kata Kapolri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017).

Pun demikian, Kapolri memberikan imbauan kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib.

“Silahkan lakukan unjuk rasa dengan tertib, damai dan dengan situasi yang menyejukkan,” pungkasnya.

Diketahui, aksi massa FPI yang dipimpin oleh Imam Besar FPI DKI Jakarta Habib Muhsin bin Ahmad Alatthos rencananya akan dihadiri sekira 5.000 massa dari berbagai daerah. Dan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, Kapolri pun mengatakan jika aparat gabungan dari Polri dan TNI juga disiagakan di sekitar konsentrasi aksi.

Sebelum berunjukrasa di Mabes Polri, Massa aksi akan berkumpul terlebih dahulu di kawasan Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan sekira pukul 10.00 WIB.

Selain tuntutan untuk mencopot Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, massa juga menantang Polri untuk segera mengusut aktor intelektual dalam kasus penyerangan yang dilakukan oleh GMBI terhadap massa FPI saat mengawal jalannya pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jabar.

Kasus tersebut berujung pada kemarahan massa FPI yang kemudian membakar joglo milik GMBI. Pasca kejadian tersebut, Polda Jabar menetapkan 12 orang laskar FPI sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan dan pembakaran kantor Sekretariar GMBI dengan jeratan pasal 170 KUHP dan 187 KUHP. [rel]