Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota – Beredarnya spanduk Golkar yang menempelkan foto Presiden Joko Widodo di sejumlah tempat merupakan manuver partai Golkar yang mendompleng popularitas Presiden Jokowi.

Hal ini pun disampaikan oleh pengamat politik senior dari The Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. Ia menilai apa yang dilakukan oleh Golkar tersebut hanya berharap dampak positif dari upaya politik partai yang kini dipimpin oleh Setya Novanto itu.

“Dengan menempel foto Presiden Jokowi dalam spanduk, banner, dan baliho tersebut, Golkar berharap ada political impact yang positif buat Golkar,” kata Karyono kepada Redaksikota, Rabu (14/9/2016).

Selain itu, sikap politik Golkar ini pun dinilai Karyono sebagai langkah yang terlalu prematur. Apalagi masa pemilihan Presiden masih terbilang lama yakni 3 tahun lagi.

“Golkar akan dianggap sedang mencuri start pemilu 2019. Karenanya, partai Golkar bisa menjadi common enemy, musuh bersama oleh partai-partai lain,” ujarnya.

Selain itu, sikap prematur tersebut juga dianggap Karyono sebagai bentuk menggaungnya krisis kepercayaan Setya Novanto pada Golkar sebagai wadah politik. Artinya, kepemimpinan Setya Novanto seperti menjelaskan jika partai Golkar tidak memiliki kader yang kompetitif dan berkualitas untuk diusung di Pilpres 2019 mendatang.

“Di sisi lain, hasil keputusan Rapimnas Golkar yang mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2019 justru semakin menegaskan bahwa Golkar sedang mengalami krisis kader dan krisis kepemimpinan. Atau, kepengurusan DPP Partai Golkar di bawah Setya Novanto justru tengah mengalami kirisis kepercayaan terhadap kadernya sendiri,” terangnya. [mib]