Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedubes Filipina di Jakarta Pusat. Dalam aksinya itu, Presiden KSPI, Said Iqbal menilai pemerintah Indonesia maupun Filipina bak seperti keledai yang tak mau belajar dari kesalahan sebelumnya.

“Pemerintah Filipina dan Indonesia seperti Super Keledai, karena tidak belajar sehingga mengulangi kesalahan dan kelalaian yang sama,” tulis KSPI dalam siaran pers yang diterima Redaksikota, Rabu (14/7/2016).

Aksi KSPI tersebut didasari lantaran para ABK yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf adalah sesama buruh yang bekerja pada perusahaan, sehingga aliansi buruh seperti mereka muncul empati yang tinggi untuk ikut menyuarakannya.

“ABK ini adalah para buruh, mereka digaji dan mendapat perintah kerja dari perusahaan mereka bekerja. Karenanya kita minta sebaiknya Mentreri Tenaga Kerja mundur sebelum di reshuffle karena sama sekali tidak peduli dalam 4 kali penyanderaan selama 4 bulan terakhir ini,” tandasnya.

Iqbal pun menegaskan bahwa, negara harus perduli yang ikut membantu membebaskan warga negaranya yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf itu. Dan tidak kembali terulang kesalahan yang sama apalagi hingga 4 kali.

“Negara harus melindungi, ini sudah 4 kali terjadi dalam waktu yg tidak terlalu lama. Keledai saja hanya 2 kali jatuh,” sindir Iqbal. (rel/red)