Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Sekejen Jaringan Muslim Jayakarta Muhammad Nur mengaskan kasus surat suara dicoblos di Selangor, Malayasia sebagai gerakan tipu muslihat masif.

“Kalau ditelusuri melalui sumber informasi yang dapat dipercaya, sesungguhnya ini (surat suarat dicoblos di Malaysia sebelum pemilu) adalah perbuatan Iblis dan bala tentara kegelapan yang selama periode kampanye tertutup maupun terbuka selama kurang lebih 7 bulan terakhir ini telah merekayasa kebohongan kebohongan yg berseri atau berantai,” kata Nur, Minggu (14/4/2019).

Ada pun kebohongan berantai yang dimaksud, mulai dari kasus Ratna Sarumpaet, Kasus surat suara 7 kontainer dari China, server KPU di Singapore dan kasus lainnya. Hal ini dilakukan secara masif agar mempengaruhi akal sehat masyarakat sehingga mendeligitimasi Pemilu 2019.

Nur mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tak membiarkan negara ini dipimpin oleh orang yang meraih kekuasaan dengan cara cara busuk. Pasalnya kebusukan akan diikuti dengan kebusukan kebusukan berikutnya.

“Kebohongan tidak akan bisa disembunyikan kalau bukan dengan cara membuat kebohongan kebohongan lainnya. Masyarakat Indonesia semakin cerdas untuk menilai segala fenomena yang terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, sebagai informasi yang didapat dari sumber yang sangat dipercaya, beberapa Informasi penting menyangkut kasus pencoblosan surat suara yg menghebokan itu adalah sebagai berikut :

1. Rumah yang ditemukan barang bukti surat suara yang sudah dicoblos yaitu
No. 25-1, Jalan Seksyen 2/11, Taman Kajang Utama, Kajang, Selangor.
Alamat tersebut di atas adalah alamat PT Paket Utama Nusantara milik seorang WN Malaysia yg berinisial SZWAN. SZWAN beristri seorang wanita warga Indonesia yg bernama RFDA, anak dari ibu ELZ, Warga negara Indonesia yang ikut diamankan Polisi Selangor berkaitan dengan kasus pencoblosan ilegal ini. PT Paket Utama Nusantara ini dikelola sehari hari oleh seorang yang bernama RMDHN alias ADN, Warga Negara Indonesia ( Ipar dari SZWAN )

2. Simpastisan 02 datang ke TKP mendahului Polisi Diraja Malaysia

3. Menurut informasi yang kebenarannya bisa dibuktikan dan bisa dipertanggung jawabkan baik di bumi maupun di akhirat, bahwa RMDHN alias ADN Pengelolah PT Paket Utma Nusantara adalah simpatisan berat 02 bahkan ketika pemilu tahun 2014, RMDHN alias ADN mendapat order untuk melakukan pencoblosan Ilegal ( modusnya sama dengan yang beberapa hari lalu digrebek simpatisan 02 ) untuk kemenangan 02. Dan terbukti pilpres 2014 calon Presiden 02 yang waktu itu mendapat no calon 01 berpasangan dengan Bpk Hatta Rajasa meraih suara 84% di daerah pemilihan Malaysia.

4. Menurut sumber yang dapat dipercaya bahwa setiap ada event kampanye 02 RMDHN alias ADN selalu mengikuti dgn antusia, melalui media sosial youtube maupun TV nasional RI.

5. Kejanggalan kejanggalan yg terjadi saat penggerebekan

a. Terlihat di video yang viral bahwa sebelum Polisi Diraja Malaysia datang, pihak simpatisan 02 yang sudah terlebih dahulu datang di TKP mengusir kurang lebih 20 orang yg ditugaskan untuk menusuk secara ilegal surat suara yang di maksud,

b. Dua orang Warga Negara Indonesia yang diamankan Polisi Diraja malaysia an WHY WBO ( Pekerja sehari hari di PT Paket Nusantara Utama dan ELZ ( ibu mertua dari SZWN yang adalah ibu kandung dari RMDHN alias ADN ) bukan sengaja diamankan oleh Polisi Diraja Malaysia, tapi karena ketika simpatisan 02 datang mereka berada di dalam kamar dan tidak mengetahui bahwa semua pekerja di situ yang ditugaskan untuk mencoblos suarat suara telah diusir keluar, sehingga ketika Polisi Diraja Malaysia datang mereka berdua masih ada di situ sehingga terbawa oleh Polisi.

“Bagai mana bisa ini semua adalah pekerjaan pihak 01, ? Kalau benar pencoblosan suara secara ilegal ini adalah karya 01. Pihak 02 yg menemukan tempat kejadian ini seharusnya benar benar menjaga agar semua pekerja di situ tidak ada satu pun yg keluar untuk menjamin agar Polisi dapat mendapatkan informasi sejelas jelasnya, selengkap lengkapnya dari sumper sumber informasi primer tentang apa sebenarnya yang terjadi dan siapa yang ada di balik kasus ini. Sehingga kasus ini bisa dapat dibuktikan secara hukum baik melalui Penyidikan Polisi Diraja Malaysia, maupun lewat proses infestigasi Panwaslu dan Tim Penegakan Hukum terpadu (Gakkumdu),” tutupnya.